Ma’mun Murod: UMJ Ikut Berperan Aktif Dalam Politik Kebangsaan

Oleh :
Fazri Maulana
Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., saat menyampaikan sambutan pada hari kedua wisuda Ke-78 Universitas Muhammadiyah Jakarta, di Auditorium KH. A Azhar Basyir, Gedung Cendikia, Rabu,(22/11/23)
Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., saat menyampaikan sambutan pada hari kedua wisuda Ke-78 Universitas Muhammadiyah Jakarta, di Auditorium KH. A Azhar Basyir, Gedung Cendikia, Rabu,(22/11/23). (Foto : KSU/Alvin Lazuardy)

Menyambut rangkaian Pemilihan Umum 2024, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) turut berperan aktif dalam proses politik kebangsaan. Salah satu kegiatannya yakni UMJ menjadi tuan rumah pelaksanaan uji publik dan dialog terbuka pasangan Capres dan Cawapres mengenai berbagai isu dan masalah yang berkembang di masyarakat digagas oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Baca juga : Dukungan Untuk Palestina Menyeruak Di Wisuda UMJ Hari Pertama

Hal ini disampaikan oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., pada acara wisuda Ke-78 hari kedua Universitas Muhammadiyah Jakarta, di Auditorium KH. A Azhar Basyir, Gedung Cendikia, Rabu, (22/11/2023).

“Sebagai organisasi masyarakat (Ormas) terbesar adalah suatu kewajiban Muhammadiyah berperan dalam politik kebangsaan, ” ungkap Ma’mun.

“Muhammadiyah sebagai salah satu pendiri bangsa, banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan dari menjelang kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan, tentu itu menjadi dasar yang kuat,” lanjut Ma’mun.

Dialog tersebut akan dilaksanakan di tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Dalam uji publik tersebut, tiga paslon akan diuji program yang dijanjikan dalam visi-misi yang mereka serahkan saat pendaftaran ke KPU-RI. UMJ menjadi tuan rumah pasangan nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Ma’mun menyampaikan bahwa Muhammadiyah adalah kaum terpelajar. Tentu, sebagai kaum terpelajar perlu mendengarkan dan memberikan masukan kepada ketiga pasangan calon presiden.

“Kita ingin memberikan masukan, ini sebagai komitmen kita membangun Indonesia dalam konteks yang lebih bermartabat,” tutur Ma’mun.

Ma’mun juga berpesan dihadapan ribuan wisudawan dalam menyikapi situasi politik saat ini. Ia mengingatkan untuk menjaga kerukunan dan saling menghargai perbedaan politik agar tidak menimbulkan perpecahan bangsa.

“Maka saat kita menyikapi politik jangan cenderung hitam-putih. Kita sikapi seperti persoalan muamalah dunawiyah yang setiap saat bisa berubah. Jangan sampai kita terkecoh dan terpecah seperti di pemilu 2019, ” tegas Ma’mun.

UMJ kembali menggelar wisuda yang ke 78. Berbeda dengan tahun sebelumnya, wisuda kali ini dilaksanakan di kampus UMJ selama dua hari berturut-turut dimulai dari Selasa hingga Rabu (21-22/11/23). Proses Wisuda dibagi menjadi dua sesi. Jumlah wisudawan sebanyak 2.030 orang, terdiri dari lulusan Program Doktor 4 orang, Magister 215 orang, Sarjana Strata Satu 1.804, dan Program Diploma Tiga 7 orang.

Editor : Dian Fauzalia