Gelar Rapat Tinjauan Manajemen, FAI UMJ Komitmen Menuju Unggul

Oleh :
Nadiva Rahma
FAI UMJ Komitmen Menuju Unggul
Dekan FAI UMJ, Dr. Sopa, M.Ag., (tengah), Ketua BPM UMJ, Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, M.K.M.,(kiri) Ketua Panitia Dr. Diah Mutiara, MM., (kanan) dan Kaprodi dilingkungan FAI saat Rapat Tinjauan Manajemen FAI UMJ di Gedung Perintis 2, FAI UMJ., Selasa, (11/12/2023). (Foto : KSU/Alvin Lazuardy)

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di Gedung Perintis 2 lantai 1, FAI UMJ, Rabu, (11/12/2023). Mengusung tema Peningkatan Mutu Berkelanjutan Menuju FAI Unggul dan Berdaya Saing Global, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melakukan evaluasi dan komitmen terhadap peningkatan sistem manajemen mutu FAI UMJ yang dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMJ dengan melibatkan dekan, wakil dekan, dan kaprodi di FAI UMJ.

Baca juga : Dosen FAI UMJ Lolos Seleksi Konferensi Mufasir

Dr. Diah Mutiara, MM., sebagai ketua panitia menegaskan, RTM ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang harus dilakukan oleh setiap fakultas berdasarkan data temuan ketidaksesuaian dari kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) di masing-masing prodi. RTM ini juga menjadi tindak lanjut dari perbaikan temuan ketidaksesuaian yang ada untuk memperbaiki hasil dari temuan-temuan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FAI UMJ, Dr. Sopa, M.Ag., mengatakan bahwa RTM ini adalah bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), sehingga ini penting dilakukan untuk menyusun program kerja kedepan dan mengevaluasi apa yang sudah sesuai dan yang belum. “Kalau SPMI tidak berjalan dengan baik, ketika mengajukan sampai kelembagaan akreditasi disitulah kita akan mengalami kesulitan,” ungkap Sopa.

Sopa juga berharap bisa menghasilkan rumusan yang bisa dijadikan acuan bersama dalam melangkah dan mendorong FAI UMJ untuk lebih baik lagi.

Lebih lanjut, Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMJ, Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, M.K.M., menjelaskan bahwa proses RTM ini adalah bagian krusial dari proses sistem penjaminan mutu internal. “Kalau dibilang paling titik kritis adalah titik kritis pada rencana tindak lanjut, karena seringkali berhenti pada saat RTM tetapi proses tindak lanjutnya tidak tuntas,” Ungkap Tria.

Tria berharap RTM ini dapat berlanjut dengan dilakukannya monitoring untuk meninjau proses pencapaian atau tindak lanjut hasil RTM yang telah dilakukan. “RTM ini goalsnya adalah komitmen,” Sambung Tria.

Kegiatan Rapat diisi dengan pembahasan temuan mutu dan pembahasan rekomendasi manajemen peningkatan mutu dan ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh kaprodi di lingkungan FAI UMJ.

Editor : Dian Fauzalia