BEM FISIP UMJ: Ajak Mahasiswa Pilih Pemimpin Dari Gagasan

Oleh :
Fazri Maulana
Foto bersama narasumber dan peserta diskusi ruang bicara Pilih Pemimpin Masa Depan, Mulai dari Mana. di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP, Jum’at (24/11/23).(Foto : KSU/Alvin Lazuardy)

Dalam memilih calon pemimpin masa depan seringkali anak muda kebingungan. Padahal, anak muda mempunyai peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Untuk itu BEM FISIP UMJ mengajak mahasiswa untuk memilih pemimpin dengan melihat politik gagasan dari calon pemimpin.

Baca juga : BEM FISIP Apresiasi Prestasi Mahasiswa melalui FISIP Award 2023

Hal ini mengemuka dalam diskusi bertajuk Ruang Bicara: Pilih Pemimpin Masa Depan, Mulai dari Mana. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP, Jum’at (24/11/23).

Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Wakil Dekan II FISIP UMJ Djoni Gunanto, S.Ip., M.Si, Ketua BEM FISIP UMJ Wildan Mutaqin, dan lembaga mulai.dari.mana Fikri Indra Mualim.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan simulasi pemilu. Simulasi ini berisi pemilihan isu-isu strategis yang dianggap penting oleh mahasiswa. Tidak hanya itu, isu tersebut dipilih berdasaran tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten atau Kota. Nantinya, isu terpilih akan menjadi bahan diskusi.

Dalam penyampaian materinya, Djoni menjelaskan bagaimana Generasi Z harus mempunyai pengetahuan tentang politik dan dalam memilih harus melihat visi dan misi. “Saat ini yang kita lakukan Pemilu gagasan, kalau memilih itu mudah tapi kita juga harus melihat visi dan misinya,” ungkap Djoni.

Pada kesempatan yang sama, Wildan menyampaikan bahwa anak muda sangat berperan bagi masa depan bangsa. Baginya, mahasiswa tidak boleh buta terhadap politik. Sementara itu, Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk edukasi politik untuk mahasiswa menjadi pemilih yang cerdas.

“Tahun 2024 adalah tahun politik. Bahwa suara anak muda adalah suara perubahan, kita tidak boleh buta terhadap politik. Ini bisa menjadi upaya untuk terus mengambil peran kepada anak-anak muda untuk menjadi pemilih cerdas dengan melihat visi, misi, dan program kerja,” jelas Wildan.

Lebih lanjut, Fikri menjelaskan bahwa mulai.dari.mana itu adalah sebuah gerakan kolaboratif anak muda yang diinisiasi untuk mendorong pemahaman objektif akan politik di Indonesia. Fikri melanjutkan bahwa mdm berfokus untuk mendorong anak muda untuk tidak sekedar tahu, tetapi mencari tahu.

“Kita mengetahui hanya sampai tahap kognisi saja, tidak berlanjut ke tahap afeksi dan evaluasi. Memilih berdasarkan popularitas itu tidak salah, tetapi perlu yang jadi catatan mahasiswa harus menggali lebih lanjut lagi,” ungkap Fikri.

Fikri menambahkan, kegiatan simulasi diadakan, selain memberikan edukasi tentang pemilihan umum, mahasiswa diingatkan dalam mencoblos tidak hanya gambar wajah calon pemimpin, tetapi isu yang akan berdampak kepada kita.

Dalam sesi lain, salah satu peserta diskusi, Yudha Dwi Saputro mahasiswa administrasi publik menuturkan pemilihan umum mayoritas akan diikuti oleh pemilih pemula dan muda. Tentu, acara ini sangat membantu dalam mengetahui pemilihan umum, terlebih lagi politik. Yudha berharap kegiatan edukasi ini akan dapat berlanjut “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan semoga akan lebih banyak kegiatan edukasi lainnya,” tutup Yudha.

Editor : Dian Fauzalia