Prof. Tria Astika: Peran Keluarga dan Masyarakat Dalam Penurunan Angka Stunting

Oleh :
Nadiva Rahma
Prof tria astika dalam pengukuhan guru besar umj
Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, S.K.M.,M.K.M. saat menyampaikan orasi ilmiah dengan tema Keselarasan Peran Keluarga, Masyarakat, dan Teknologi dalam sidang senat terbuka di Auditorium Dr. Syafri Guricci Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rabu (25/07/2023)

Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, S.K.M., M.K.M. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu gizi dan kesehatan pada Rabu, 26 Juli 2023, di Auditorium Dr. Syafri Guricci FKK UMJ. Di usianya yang belum genap 40 tahun, Beliau merupakan salah satu Guru Besar termuda di bidangnya.

Baca juga : Prof. Ibnu Sina: Konstitusi Berperan sebagai Medium Penataan dan Pengelolaan Kekuasaan

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Keselarasan Peran Keluarga, Masyarakat, dan Teknologi: Menyibak Potensi Muhammadiyah dan Tantangan Pencegahan Stunting di Era Disrupsi”, Prof Tria menyampaikan bahwa keluarga, masyarakat, dan pemanfaatan teknologi berperan penting dalam mempercepat penurunan angka stunting.

Indonesia saat ini masih menduduki posisi kedua tertinggi dalam permasalahan stunting, masalah kesehatan masyarakat global yang memberikan dampak transgenerasi. Stunting disebabkan oleh banyak faktor, mencakup faktor kontekstual yang berasal dari lingkungan masyarakat dan faktor penyebab yang muncul dari lingkungan keluarga.

Ditambahkannya, keluarga berperan penting sebagai lingkungan pertama dalam menyediakan kebutuhan bagi anak, sumber literasi gizi, serta menerapkan praktik terbaik dan intervensi sedini mungkin untuk membentuk perilaku anak.

“Peran masyarakat dan pemerintah sebagai faktor penguat yang sangat diperlukan untuk mempercepat penurunan angka stunting, antara lain dengan ketersediaan dan keamanan pangan di tingkat rumah tangga, menjamin kesehatan melalui pelayanan dan perawatan kesehatan yang memadai, menyediakan pendidikan yang berkualitas, mendukung pola pengasuhan anak yang tepat, menyediakan pertanian dan sistem pangan yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan asupan makanan yang berkualitas serta menjamin sanitasi dan lingkungan yang sehat dan memadai,” paparnya.

Tria menilai tantangan yang saat ini dihadapi di era disrupsi adalah terjadinya inovasi dan perubahan secara masif yang dapat mengubah berbagai sistem dari pola lama ke pola baru. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting memerlukan upaya komprehensif yang melibatkan peran yang selaras antara keluarga dan masyarakat serta memerlukan teknologi adaptif, yaitu dikembangkan sesuai dengan situasi karakteristik dan kebutuhan keluarga dan masyarakat dan bersifat interkoneksi serta memiliki inovasi untuk mempercepat penurunan stunting.

Menurutnya, tantangan pencegahan stunting di era disrupsi perlu dilakukan secara holistik, terintegrasi, dan memerlukan keterlibatan multisektoral secara berkesinambungan. Upaya strategis lainnya adalah melalui kemitraan. Tria menjelaskan bahwa Pemerintah telah bermitra dengan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Muhammadiyah memiliki peran dalam pencegahan stunting di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Muhammadiyah memiliki potensi yang sangat besar dalam penurunan angka stunting yang dapat menjawab tantangan pencegahan dan penanganan stunting di era disrupsi. Sumber daya insani dan amal usaha merupakan dwipotensi gerakan Muhammadiyah sebagai organisasi yang Islam modern yang terstruktur kuat dan mandiri.

Acara pengukuhan gelar guru besar ini, dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya adalah Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum., Prof. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Tongat, S.H.,M.H. Selain itu, dihadiri oleh beberapa wakil rektor dan segenap sivitas akademika UMJ. Prosesi ini juga disiarkan langsung melalui kanal youtube TV UMJ.

Editor : Tria Patrianti