IMM Cirendeu Bedah Buku Karya Abdul Halim Sani

Oleh :
Wildan Mutaqin
IMM Cirendeu Bedah Buku Karya Abdul Halim Sani
Kiri ke kanan: Abdul Halim Sani (Penulis) Farhan Effer Dalimunthe (Ketua Umum PC IMM Ciputat) ) Ayyubi Kholid Saifullah (Ketua Umum PC IMM Jaksel) Asyraf Al Faruqi (Ketua Umum PC IMM Cirendeu) Muhammad Nabil Alfarizi (Ketua Bidang RPK PC IMM Jakpus) Debi Susanti (Ketua Umum PC IMM Jaktim) Puspa Nujulla (Moderator)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Cabang (PC) Cirendeu menggelar diskusi dan bedah buku berjudul Objektifikasi Ikatan Refleksi, Pemikiran, Gerakan IMM Studies karya Abdul Halim Sani. Kegiatan yang digelar secara luring ini dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jum’at (23/06/2023), dan dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah IMM DKI Jakarta Bidang Riset Pengembangan Keilmuan Bayu Jati Prakoso, M.Ikom.

Baca juga : Munas FOKAL IMM Akan MemilIh Pimpinan Baru

Dalam sambutannya Bayu mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu diskursus yang baik bagi IMM untuk terus menghidupkan tradisi intelektual. “Kita harus banyak menghidupkan diskusi-diskusi di IMM sebagai cendikia intelektual,” tutur Bayu.

Dalam bedah buku ini, Abdul Halim Sani hadir memaparkan isi buku dan pesan yang ingin disampaikan melalui buku tersebut. Ia menjelaskan bahwa karya terbarunya itu adalah hasil kumpulan tulisan yang berhasil menjadi gagasan intelektual untuk IMM.

Acara diskusi dan bedah buku ini juga menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM se-DKI Jakarta sebagai penanggap. Mulai dari  Asyraf Al Faruqi (Ketua Umum PC IMM Cirendeu), Farhan Effer Dalimunthe (Ketua Umum PC IMM Ciputat), Ayyubi Kholid Saifullah (Ketua Umum PC IMM Jaksel), Debi Susanti (Ketua Umum PC IMM Jaktim), hingga Muhammad Nabil Alfarizi (Ketua Bidang RPK PC IMM Jakpus). Mereka kemudian membahas isi buku ini dengan penuh gagasan yang konstruktif sebagai refleksi dan gagasan ke depan untuk IMM.

Asyraf Al Faruqi menyampaikan pandanganya bahwa IMM telah memperoleh momentum untuk menekankan pemikiran kritis dalam menghadapi tantangan yang kompleks dan gerakan profetik telah membangkitkan kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan sosial. “IMM itu selalu  dikaitkan dengan gerakan intelektual dan gerakan profetik dengan misi Islam,” tutur Asyraf.

Sementara itu Farhan Effer Dalimunthe memberikan gagasannya agar IMM mampu membuat masyarakat ilmu dan mengintegrasikan ilmu untuk memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat, umat, dan bangsa.

Munte juga mengajakan bahwa ke depannya kader IMM harus memantapkan kembali gerakannya untuk mendorong perubahan positif dan progresif untuk menghadapi tantangan.

Sejalan dengan itu Ayyubi Kholid Saifullah mengatakan bahwa dengan lahirnya buku ini IMM mempunyai gagasan baru untuk mengobjektifikasi ikatan dalam pemberdayaan, perkaderan dan pergerakan. “IMM sebagai gerakan intelektual dan perkaderan harus memberikan progress dan output yang jelas untuk menghasilkan kader pemikir”, tegas Ayyubi.

Debi Susanti sebagai penanggap perempuan satu-satunya, memberikan pandangan dalam sudut pandang gender untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan adil bagi semua kader IMM, bahwa peran IMMawati dalam IMM sangat besar untuk memberikan kontribusi pemikiran, pergerakan, dan perkaderan.

Dalam kesempatan yang sama Muhammad Nabil Alfarizi memberikan pandangan bahwa proses perubahan IMM harus one the track. Kader IMM harus menjadi promotor dan penggerak untuk menghidupkan tradisi intelektual. “Gerakan intelektual tidak akan pernah terjadi tanpa ada action karena itu adalah syarat utama,” jelas Nabil.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta kader IMM se-DKI Jakarta yang terdiri dari tingkat Komisariat, Cabang, dan Daerah.

Editor : Tria Patrianti