Inovasi Fakultas Pertanian (FTAN) UMJ Melalui Urban Farming

Urban farming yang dimiliki oleh FTAN, berlokasi di Sawangan, Depok.

Pandemi Covid-19 menjadi pemantik adanya normalisasi kebiasaan baru mulai dari penggunaan masker, sanitasi tangan, hingga jabat tangan tanpa bersentuhan. Selain kebiasaan baru, pandemi juga memantik hobi menjadi tren, dari mengocok kopi dalgona hingga memelihara ikan cupang. Berbagai macam tren ada selama pandemi, tidak lupa tren berkebun yang juga sempat ikut meramaikan daftar aktivitas selama di rumah saja. Toko pertanian menjadi salah satu tempat yang banyak dicari dan dituju. Selain ketahanan pangan, kesehatan mental juga menjadi alasan orang-orang menjadikan berkebun sebagai aktivitas di rumah selama pandemi.

Urban farming menjadi pilihan bagi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki banyak lahan untuk tetap bisa berkebun. Kemudahan yang ditawarkan oleh konsep urban farming menjadi daya tarik tersendiri. Peluang ini kemudian dilihat oleh Fakultas Pertanian (FTAN) Unversitas Muhammadiyah Jakarta dalam mengembangkan potensi lembaga juga seluruh sivitas akademika termasuk mahasiswa. Ir. Sularno, M.Si., Dekan FTAN UMJ saat ditemui di Fakultas Pertanian pada Jumat (22/04), menuturkan bahwa sejak FTAN berdiri pada 20 September 1982, belum mengenal urban farming melainkan hanya pertanian secara umum. “Sekarang FTAN UMJ harus terus berinovasi. Terlebih letak kampus UMJ yang berada di kota besar. Jadi, FTAN saat ini sedang gencar melakukan urban farming dengan memanfaatkan lahan sempit dan teknologi yang ada,” kata Sularno.

Isu soal ketahanan pangan yang sempat menghangat selama pandemi juga melatarbelakangi kampanye urban farming di kalangan masyarakat. Setiap rumah diharapkan dapat memproduksi bahan pangan sendiri, setidaknya untuk ketahanan pangan keluarga. Selain dapat meminimalisir cost pangan bagi keluarga, tujuan akhir dari urban farming adalah penghijauan kota. “Tidak ada lahan sesempit apapun di kota besar ini yang tidak ada tanaman. Harus ada tanaman untuk mengurangi polusi udara dan polusi suara. Selain itu juga soal estetika. Bukan hanya hasil tapi juga estetika,” ujar Sularno.

Saat ini, Fakultas Pertanian UMJ memanfaatkan lahan yang berada di belakang gedung FTAN UMJ sebagai lahan urban farming yang terdiri atas tanaman buah, tanaman hias, juga tanaman sayur. Selain sebagai laboratorium bagi mahasiswa, urban farming yang dibangun oleh FTAN UMJ juga ditujukan untuk membuka peluang bisnis. “Hidroponik yang dikembangkan oleh FTAN akan menyasar pada supermarket. Kami berencana membuka FTAN Mart. Lahan hidroponik yang saat ini baru digarap akan diresmikan setelah Idul Fitri tahun ini (pertengahan Mei 2022),” ujar Dekan yang juga Ketua Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah.

Saat ini lahan laboratorium FTAN UMJ tersebar di beberapa wilayah, diantaranya lahan di lingkungan UMJ yang terdiri dari lahan tanah juga hidroponik, lahan pohon pisang tanduk di Sukabumi yang kini telah berjumlah 4.500 pohon, dan lahan di Rumpin yang masih dalam proses penggarapan. Selain lahan perkebunan, FTAN juga memiliki lahan hidroponik binaan di Sawangan, Depok. Lahan yang kini memiliki sebanyak 50.000 lubang tanam, mensuplai sayur-mayur jenis sawi, pakcoy, bayam, dan lain-lain ke supermarket. Lahan tersebut juga menerapkan konsep sosiopreneur dengan melibatkan peran santri dalam pengelolaannya.

“Selanjutnya, kami berencana akan bekerjasama dan kolaborasi dengan Fakultas Teknik UMJ untuk membangun sistem hidroponik, mulai dari pengukur kelembapan, suhu, ph air, dan lain-lain,” ujar Sularno.

FTAN UMJ juga memiliki produk unggulan berupa pupuk organic Bokashi, bibit tanaman hias dan buah-buahan, yang dipasarkan di FTAN Mart. Dekan FTAN UMJ yang telah lama bergelut dengan dunia pertanian, bersama dengan sivitas akademika dan para mahasiswa, terus berupaya melakukan inovasi untuk mengembangkan dan memajukan pertanian. “Muhammadiyah mengenal dakwah bil hal, dakwah dengan perbuatan. Dalam konteks pertanian, Fakultas Pertanian melakukan dakwah bil hal. Sebelum mengkampanyekan soa pertanian, kita harus lebih dulu melakukannya,” tegas Sularno. (DN)