Mahasiwa FIK UMJ Antusias Ikuti Gebyar Keperawatan 2024

Oleh :
Dinar Meidiana
Mahasiwa FIK UMJ Antusias Ikuti Gebyar Keperawatan 2024
Gebyar Keperawatan 2024 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) di Lapangan FIK UMJ, Jumat (02/02/2024). (Foto: KSU/Alvin Lazuardy)

Edukasi kesehatan adalah hal penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Oleh karenanya, mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) khususnya program sarjana antusias mengikuti Gebyar Mata Ajar Keperawatan Medical Bedah 2024 di Lapangan FIK UMJ, Jumat (02/02/2024).

Baca juga : Webinar Internasional Perdana FIK UMJ Angkat Tema Manajemen Keperawatan Stroke

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Medikal Keperawatan Bedah yang diampu oleh Ns. Fitriani Rayasari, M.Kep., Sp.KMB. Lebih dari seratus mahasiswa dari lima kelas, memenuhi lapangan dan tampak antusias mengikuti perlombaan antar kelas dari awal hingga akhir acara.

Mahasiswa diajak untuk berekspresi melalui lomba public speaking, senam kreasi, video edukasi, dan srceening risiko PPOK. Fitri menerangkan bahwa mahasiswa perlu diberikan metode belajar yang tidak hanya dapat mendorong mereka menyenangi tapi juga tidak menghilangkan esensi mata kuliah.

Mahasiswa FIK saat mengikuti senam kreasi di Lapangan FIK UMJ, Jumat (02/02/2024). (Foto KSU/Alpin)

“Dosen harus memiliki kreativitas dalam merancang metode pembelajaran yang menyenangkan, tidak menghilangkan esensi dari pembelajaran, tapi juga memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini bahkan, Fitri mengaku kerap menemukan bakat mahasiswa dalam public speaking berbahasa Inggris.

Model belajar itu sangat didukung oleh Dekan FIK UMJ Miciko Umeda, S.Kep., M.Biomed. “Kegiatan ini sangat bagus dikembangkan supaya seluruh mahasiswa tidak jenuh dengan model perkuliahan yang lecture center,” ungkap Miciko saat menyampaikan sambutan.

Ia menilai Tema “Edukasi Primer dan Sekunder Penyakit Katastropik Pernapasan” yang diangkat pada Gebyar Keperawatan 2024 sangat menarik. Hal itu karena penyakit jantung dan pernapasan adalah salah satu penyakit yang perlu mendapatkan layanan utama.

Miciko berharap mahasiswa lebih aktif dalam mengimplementasikan konsep dan teori yang disampaikan dosen sehingga akan lebih terlihat kemampuannya. Hal itu disyukuri oleh Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Ns. Neneng Kurwiyah, S.Kep., MNS.. Menurutnya mahasiswa kelas reguler dan transfer dapat bekerja sama dengan baik.

“Harapannya kegiatan ini menjadi motivasi bagi mata ajar lainnya agar dapat menyelenggarakan kegiatan serupa sehingga menjadi challenge untuk bisa meningkatkan soft skill mahasiswa,” ujar Neneng saat menyampaikan sambutan.

Kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai penilaian dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Salah satu mahasiswa, Bisyir Islam mengaku kegiatan tersebut membantunya dalam menyerap mata pelajaran.

“Menurut saya belajar dengan cara seperti ini lebih asyik dan seru. Anak laki-laki biasanya kalau dengan gerakan seperti ini pelajarannya lebih mudah difahami,” ungkap Bisyir.

Editor :