FKK UMJ Gelar Angkat Sumpah Dokter Angkatan 52

Oleh :
Dinar Meidiana
FKK UMJ Gelar Angkat Sumpah Dokter Angkatan 52
Lulusan Prodi Profesi Dokter FKK UMJ diangkat sumpah oleh Dekan FKK UMJ Dr. dr. Muhammad Fachri, Sp.P., FAPSR, FISR., di Ballroom Pondok Indah Golf Course, Rabu (01/11/2023). (Foto : KSU/Alvin Lazuardy)

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menggelar Angkat Sumpah Dokter Angkatan 52 di Ballroom Pondok Indah Golf Course, Rabu (01/11/2023). Sebanyak 40 lulusan Program Studi Profesi Dokter diangkat sumpah oleh Dekan FKK UMJ Dr. dr. Muhammad Fachri, Sp.P., FAPSR, FISR., didampingi oleh rohaniawan.

Baca juga : Lulusan Terbaik FKK UMJ ke 52: Masyarakat Butuh Informasi Kesehatan Akurat

Berdasarkan laporan dari Ketua Prodi Profesi Dokter Dr. dr. Farida, MPH., bahwa FKK UMJ sejak kelahirannya pada 20 tahun silam hingga saat ini telah melahirkan kurang lebih 1700 dokter. Farsida menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh rumah sakit pendidikan yang telah bermitra dengan FKK UMJ dalam proses belajar mahasiswa Prodi Profesi Dokter.

Pada angkatan 52 ini, salah satu lulusan yaitu dr. Raisha Alfathan Muttaqin meraih nilai tertinggi UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter) ke 5 tingkat Nasional dengan nilai 90,66. Selain itu, lulusan terbaik dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif 3,84 diraih oleh dr. Farah Khairunnisa Maulida.

Ketua IDI Tangsel, dr. Fajar Sidik turut hadir, memberikan ucapan selamat pada lulusan dokter FKK UMJ. Sidik menyoroti satu penggal ayat Al-Qur’an yaitu innasshalati wanusuki wamahyaya wamamati lillaahirabbil ‘alamin yang diucap oleh lulusan saat diangkat sumpah.

“Kalian berbeda dengan lulusan dokter dari tempat lain. Secara khusus bukan hanya menjadi dokter, tapi juga dokter muslim. Tolong ini dijaga sepanjang hidup. Anda membawa kehormatan dan kredibilitas sebagai dokter tapi tidak lepas anda sebagai muslim,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar menyampaikan pesan pada para dokter muda agar dapat beradaptasi dengan kondisi. Hal ini ditekankan seiring dengan disahkannya UU Omnibuslaw Kesehatan. Fajar menilai UU tersebut akan mengubah konstelasi sistem kesehatan nasional dan berpengaruh pada organisasi profesi.

Lulusan Prodi Profesi Dokter FKK UMJ bersama Pimpinan Universitas, Fakultas, dan tamu undangan, seusai Angkat Sumpah di Ballroom Pondok Indah Golf Course, Rabu (01/11/2023).

“Tidak ada jalan lain kecuali kita menyesuaikan diri dengan UU dan sistem yang ada,” ungkap Fajar. Regulasi tersebut menjadi tantangan karena memungkinkan adanya dokter dan tenaga kesehatan dari luar negeri.

Sebagaimana tema yang diangkat pada Angkat Sumpah Dokter ke 52 yaitu Ad Astra Per Aspera berasal dari Bahasa Latin yang berarti melalui kesulitan menuju kesuksesan. Tantangan maupun hambatan yang muncul adalah dorongan dan paksaan bagi para lulusan untuk menjadi lebih baik.

Dekan FKK UMJ Dr. dr. Muhammad Fachri, Sp.P., FAPSR, FISR., saat menyampaikan rasa yakin terhadap kemampuan para lulusan dalam menghadapi hambatan dan tantangan yang lebih besar di dunia kerja.

“Saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki saudara sekalian akan melewati hambatan yang tersulit. Lakukanlah yang terbaik sebagai dokter muslim yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis,” tutur Fachri.

Pada momen itu pula, di hadapan orang tua lulusan, Fachri memohon doa bagi kelancaran dan kesuksesan re-akreditasi FKK UMJ yang tidak lama lagi akan berlangsung. Fachri mengajak mahasiswa dan alumni agar turut serta berperan dalam mendukung peningkatan akreditasi FKK UMJ.

Doa dan dukungan juga dimohonkan oleh Wakil Rektor I UMJ Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., kepada para lulusan dan orang tua bagi kelancaran proses akreditasi UMJ. Hadi berharap UMJ dapat meningkatkan akreditasi menjadi Unggul.

Hadi menjelaskan bahwa saat ini di lingkungan PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) terdapat 12 Fakultas Kedokteran dan Kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan jumlah lulusan dokter dari UMJ yang sudah mencapai 1700, Hadi berharap dokter dari PTMA dapat melaksanakan tugas profesi dengan sebaiknya.

“Semoga para lulusan dapat melaksanakan pengabdian, melayani masyarakat untuk meningkatkan kesehatan, berdakwah sekaligus menyebarluaskan kebaikan dan Al Islam Kemuhammadiyahan,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Anggota BPH yang turut hadir, Drs. Nandi Rahman berpesan agar para lulusan dapat menjadi dokter muslim yang bermuhammadiyah dan senantiasa menjaga 3 komitmen sebagai lulusan Muhammadiyah yaitu komitmen keilmuan, kekaderan, dan dakwah.

“Ilmu itu berkembang, meskipun sekolahnya sudah selesai tapi belajarnya tidak pernah selesai. Sebagai kader Muhammadiyah artinya siap meneruskan gerakan Muhammadiyah di manapun berada. Serta sebagai seorang akademisi dan profesi dokter, Anda punya tugas dakwah melalui bidang Anda. Dakwah itu tidak selamanya di mimbar. Berdakwah juga di depan pasien,” ungkap Nandi.

Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan Tari Merak dari mahasiswa FKK UMJ dan persembahan lagu para lulusan. Turut hadir para tamu undangan, Ketua IDI Tangsel dr. Fajar Sidik, Dinas Kesehatan Tangsel, dan Dinas Kesehatan Banjar, serta Direktur dari rumah sakit wahana pendidikan yaitu RS Sekarwangi, RSI Sukapura, dan RSI Pondok Kopi.

Editor : Dian Fauzalia