Mahasiswa PAI FAI UMJ Lakukan Pedampingan Konseling di LP Cipinang

Oleh :
Fazri Maulana
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta bersama warga binaan LP Cipinang, Rabu (8/5/2024).
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta bersama warga binaan LP Cipinang, Rabu (8/5/2024). (Foto: Dok.Pribadi)

Delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) melakukan pendampingan bimbingan dan konseling di Lembaga Pemasyarakatan I Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (8/5/2024).

Baca juga : Mahasiswa PAI FAI UMJ Laksanakan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di LPKA Tangerang

Kegiatan ini dilakukan bersama dosen dan menjadi bagian dari Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang terintegrasi dengan mata kuliah Bimbingan dan Konseling. Mahasiswa yang terlibat yaitu Hanif, Sulthan, Tashim, Ahmad Zaki, Imam, Ahmad Djaes, Devansyah, dan Fauzan Zaky.

Sebanyak 40 warga mengikuti rangkaian kegiatan yang bertajuk Pembinaan Rohani Melalui Bimbingan Kelompok Untuk Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta Timur. Hanif, Ketua Kelompok, menjelaskan bahwa warga binaan diberikan pendampingan dan konseling berupa materi Al-Qur’an dan Fikih.

Dosen PAI FAI UMJ Dr. Ummah, M. Pd., mengutarakan ucapan terima kasih kepada para mitra yang telah memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Ia berharap melalui penguatan dakwah Muhammadiyah, warga binaan dapat memiliki pemahaman agama Islam secara komprehensif.

Petugas Bidang Kerohanian LP Cipinang I Syaukani menuturkan bahwa warga binaan LP Cipinang I membutuhkan materi-materi tentang keagamaan sebagai bahan renungan untuk memperbaiki diri di sisa usianya.

Rom, salah satu warga binaan menyampaikan melalui kedatangan mahasiswa ini menambah wawasan warga binaan yang sebelumnya jenuh dengan keadaan dan kondisi penuh penyesalan. “Kami merasa terhibur dan mempunyai suasana yang baru,” ungkap Rom.

Editor: Dinar Meidiana