Kekuatan Iman dan Taqwa untuk Dunia Akhirat

Oleh :
Mutiara Halimatu's Sadiyah
Kajian LPP-AIK
Dr. Septa Candra, S.H., M.H., dalam kajian LPP-AIK, di Masjid At-Taqwa UMJ, Jumat (08/09/2023).

Beriman dan bertaqwa merupakan kunci untuk meraih kesuksesan di dunia akhirat. Namun terkadang manusia lupa, dan menganggap bahwa beriman saja cukup. Padahal, diperlukan juga ketaqwaan untuk mempertebal iman.

Kutipan tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. Septa Candra, S.H., M.H., dalam kajian yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP-AIK), di Masjid At-Taqwa UMJ, Jumat (08/09/2023). Mengkaji surah Al-Fath ayat 27 hingga 29, Septa menyoroti keimanan yang merupakan makna dari surah tersebut.

Baca juga : LPP AIK UMJ Lakukan Upgrading Dosen dan Evaluasi Pembelajaran

“Iman itu menjadi bekal utama, karena di dalam Al-Qur’an terdapat dua panggilan Allah swt. kepada umatnya yaitu yā ayyuhannās dan yā ayyuhalladzīna āmanū. Manusia dapat dipanggil dengan sebagai hamba manusia juga dipanggil dengan sebutan istimewa,” ujar Septa.

Lebih lanjut, Septa menyampaikan beriman saja tidak cukup untuk memperoleh kenikmatan akhirat. Diperlukan juga taqwa sehingga keduanya menjadi kombinasi untuk kesuksesan dunia dan akhirat. Sebagaimana yang dijanjikan Allah swt. bahwa akan ada keberkahan bagi seseorang yang selalu beriman dan bertaqwa. Hal ini juga termasuk kepada suatu kaum, dijelaskan Septa, bahwa Allah swt. akan memberi berkah kepada UMJ yang selalu mengedepankan iman dan taqwa, salah satunya melalui kajian yang diselenggarakan oleh LPP-AIK.

Surah Al-Fath ayat 27 hingga 29 menjelaskan bahwa manusia harus memiliki prinsip dalam mengakui kebenaran yang diajarkan Rasululullah SAW. Kepala bidang penerapan kampus islami LPP-AIK UMJ, Dr. Adi Mansah, M.Ag., menjelaskan salah satu caranya dengan bersikap tegas pada hal-hal yang dilarang agama. Selain itu, manusia juga wajib memiliki kasih sayang kepada sesama umat. Begitu juga dengan memperlakukan orang lain sebagaimana memperlakukan diri sendiri.

Editor : Budiman