Siapkan Mudikmu Biar Tetap Aman dan Nyaman

Mudik atau pulang kampung yang dilakukan oleh umat muslim di Indonesia menjadi agenda rutin setiap menjelang hari raya Idulfitri. Seluruh moda transportasi penuh sehingga tak heran risiko terjadinya kecelakaan juga tinggi.

Oleh karenanya pemudik perlu mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan selama perjalanan agar sehat, aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. Kali ini, Dekan sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ) Dr. Ernyasih, MKM., membagikan tips untuk persiapan mudik lebaran.

Persiapan sangat penting dilakukan karena selama perjalanan cukup berisiko untuk kesehatan lingkungan dan kesehatan diri. Dari sisi kesehatan lingkungan, kenaikan jumlah kendaraan bermotor selama jangka waktu mudik lebaran secara otomatis meningkatkan polusi udara.

“Peningkatan jumlah orang mudik baik menggunakan kendaraan pribadi maupun umum dapat meningkatkan gas buang atau emisi kendaraan. Zat buang itu dapat berupa karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, maupun hidrokarbon. Zat tersebut juga salah satu yang mendorong perubahan iklim,” kata dosen yang akrab disapa Erny ini.

Selain polusi, arus mudik juga menyebabkan jumlah sampah dan kebutuhan air bersih meningkat di sepanjang jalur mudik. Kondisi ini disebut Ernya sebagai degradasi lingkungan yang berdampak pada timbulnya risiko kesehatan bagi orang di sekitar khususnya anak-anak dan lansia.

Beberapa risiko kesehatan yang dapat timbul di antaranya ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), iritasi mata, serta iritasi tenggorokan yang menyebabkan batuk-batuk. Sementara bagi pemudik, kemacetan dan kondisi perjalanan mudik dengan kepadatan yang cukup tinggi dapat menimbulkan kesesakan dan stress.

Kemacetan, kata Erny, secara tidak langsung berdampak pada kesehatan mental terlebih apabila menggunakan kendaraan umum karena tidak dapat terlalu banyak bergerak dan berhenti di tempat sesuai keinginan pribadi. Maka dari itu, Ernya memberikan tips mudik sehat dan nyaman.

Pertama, sebelum mempersiapkan kebutuhan fisik, Ernya menyarankan agar pemudik meluruskan niat dan menyiapkan mental. Niatkan mudik untuk bersilaturrahim sebagaimana tersurat dalam QS. An-Nisa ayat 36 tentang berbuat baik pada keluarga, saudara, dan kerabat yang jauh. “Apabila niatnya sudah lurus, mentalnya sudah kuat, insyallah stress di perjalanan lebih mudah dikelola,” tambahnya.

Kedua, persiapan fisik. Ernya menyarankan agar memenuhi kebutuhan tidur setiap harinya, terlebih hari sebelum keberangkatan. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, dalam mengemudi memerlukan kondisi badan yang fit dan tidur yang cukup.

Ketiga, perbekalan. Siapkan bekal makanan, minum, serta obat-obatan dan vitamin pribadi jika dibutuhkan. Hindari makanan cepat saji, dan minuman berwarna yang mengandung banyak gula atau soda. Jenis makanan dan minuman itu tidak direkomendasikan bukan hanya dalam konteks mudik, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari karena dapat menimbulkan risiko gagal ginjal dan diabetes.

Ernya menyarankan agar membawa bekal makanan yang sehat dan air mineral agar mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Setiap orang cukup memenuhi kebutuhan air minum sebanyak 1,5 liter per hari.

Keempat, membawa barang secukupnya. Meskipun ada perbekalan yang dibawa, tetapi pemudik juga perlu mempertimbangkan jumlah barang bawaan. Bawalah barang yang dibutuhkan selama perjalanan seperti baju yang nyaman dan jaket. Tidak perlu membawa terlalu banyak oleh-oleh.

Setiap momen mudik, selalu ada kendaraan bermotor yang membawa banyak barang  hingga overload, misalnya pemudik yang menggunakan sepeda motor dengan tumpukan barang di jok bagian belakang. Ini sangat berbahaya, tidak hanya membahayakan diri sendiri tapi juga pemudik lainnya. Apabila ada oleh-oleh untuk keluarga, pemudik bisa memanfaatkan jasa pengiriman barang agar mudik lebih efisien.

Kelima, bergerak setiap 30 menit sekali selama perjalanan mudik. Terlalu banyak duduk sangat berbahaya karena menyebabkan kekakuan otot. Maka dari itu, setiap 30 menit sekali, pemudik dapat melakukan gerakan ringan di bagian kaki dan tangan.

“Ketika naik bus, sulitnya adalah pemberhentian hanya dilakukan saat istirahat di rest area. Padahal setiap 30 menit harus peregangan, tidak boleh duduk diam terus. Bisa dengan gerakan kaki seperti menendang, atau ngulet itu termasuk gerakan juga,” ungkapnya.

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan umum dapat memanfaatkan ruang di dalam bis atau kereta dengan berjalan untuk menggerakkan kaki. Namun apabila tidak memungkinkan, dapat melakukan gerakan ringan di tempat.

Keenam, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Siapkan alat sanitasi pribadi seperti tissue, hand sanitizer, dan selalu membuang sampah pada tempatnya.

Artikel Lainnya

Jadwal Imsakiyah

25 April 2024

16 Shawwal 1445

Maghrib Adzan

17:50

1 : 4
Waktu Adzan
Subuh04:43
Terbit05:53
Dzuhur11:53
Ashar15:13
Maghrib17:50
Isha19:01

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya

pkv games
bandarqq
dominoqq
https://themeasuredmom.com/wp-includes/js/dominoqq/
https://themeasuredmom.com/wp-includes/js/bandarqq/
https://themeasuredmom.com/wp-includes/js/pkv-games/