Kiat-kiat Istikamah dalam Ibadah Pasca Ramadan

cover istikamah pasca ramadan

Pasca Ramadan, umat Islam harus tetap istikamah melakukan amalan ibadah. Segala kebiasaan baik yang dilakukan di bulan suci mampu menghiasi bulan-bulan lainnya karena perintah untuk salat berjamaah, berinfaq, dan melakukan sederet kebiasaan baik adalah perintah-perintah yang seharusnya senantiasa dilakukan oleh umat Islam.

Istikamah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sikap teguh dalam pendirian dan selalu konsisten. Telah menjadi fenomena umum jika Ramadan telah berlalu, maka ke-istikamah-an dalam menjalankan ibadah dan berbagai kebaikan menjadi menurun dan melemah.

Melihat polemik tersebut timbul pertanyaan, mengapa ibadah yang biasanya dilakukan dengan giat saat Ramadan, mulai kendor ketika Ramadan sudah selesai?

Ustaz sekaligus Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) M. Reza Prima Matondang, M.E. menjawab, bahwa pada umumnya orang-orang tidak mengetahui kalau istikamah adalah hal penting yang membutuhkan latihan karena istikamah merupakan ibadah hati. “Istilah dari para ulama yang mengkaji tentang tasawuf, tazkiyatun nafs, atau pembersihan hati, hal itu disebut dengan riyadhotul qolbi,” tutur Reza.

Lebih lanjut, ia mengutarakan untuk pribadi-pribadi kaum muslim harus disadarkan jiwanya bahwa istikamah itu penting sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Fussilat ayat 30 – 32 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Menurut Reza ayat tersebut menjelaskan dua hal, yaitu tuhan mereka (umat Islam) adalah Allah SWT dan dalam beribadah harus diiringi dengan istikamah. Dari kedua hal ini, Allah SWT akan memberikan posisi terbaik kepada yang melakukannya yaitu dimasukkan ke surga, yang mana surga tersebut telah dijanjikan kepada umat Islam karena telah beriman dan beristikamah.

Penyebab ibadah kendor pasca Ramadan yang selanjutnya adalah karena adanya faktor ketakwaan kolektif dalam beribadah. Reza mengungkapkan bahwa kondisi ketakwaan kolektif dalam beribadah di bulan Ramadan menghasilkan semacam pengkondisian atau aura tersendiri.

“Jika di bulan Ramadan kondisinya berbeda. Misalnya bangun pagi untuk sahur, salat subuh jamaah, hingga tarawih jamaah di masjid. Nah, kondisi-kondisi seperti itu yang membuat orang jadi kencang ibadahnya, sedangkan di luar Ramadan, ketakwaan kolektif ini hilang, orang-orang sudah tidak merasakan lagi ketakwaan kolektif tersebut,” ujar Reza.

Reza menambahkan bahwa fungsi Ramadan adalah sebagai madrasah yang membentuk pribadi-pribadi bertakwa. Namun untuk membentuk pribadi tersebut harus bisa mempertahankan atau meraih ramadan yang bernilai dan berkualitas, jadi tidak sembarang hanya berpuasa saja. Hal tersebut tertuang pada hadis berikut:

Dari Abu ‘Amr— ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah SAW katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah SWT, kemudian istikamah lah.” (Hadis Riwayat Muslim Nomor 38)

Maknanya, ketika melaksanakan puasa di bulan Ramadan, yang diharapkan adalah menghasilkan pribadi atau personal yang bertakwa. “Personal-personal yang bertakwa tersebut harus dibarengi dengan keimanan yang memiliki value (nilai), karena kalau seseorang beriman tapi tidak beristikamah maka nilainya berkurang,” ucap Reza.

Berdasarkan penjelasan singkat di atas. Kita juga perlu mengetahui, apa yang sebaiknya dilakukan pasca Ramadan agar tetap istikamah sama seperti saat di bulan Ramadan?

Reza berpendapat bahwa untuk bisa mempertahankan Ramadan yang berkualitas tersebut ada beberapa hal yang bisa digarisbawahi. Misalnya, berpuasa untuk mendapatkan rida Allah SWT agar dosa-dosanya dihapuskan.

“Cara ibadah berkualitas saat puasa contohnya salat berjamaah ke masjid di pagi hari, berbuka bersama, dan tarawih. Dengan beberapa hal tersebut, puasa seseorang akan sangat berkualitas. Puasa juga bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi dapat menahan lisan, adu domba, gibah atau menceritakan keburukan orang lain dan sebagainya. Apabila sudah menjalankan puasa dengan berkualitas maka akan mengantarkan ke ketakwaan, dan ketakwaan itu yang membuat tetap istikamah pasca Ramadan,” jelasnya.

Lalu, apa saja kiat-kiat untuk Istikamah dalam Ibadah Pasca Ramadan? Reza yang tergabung dalam Majelis Tabligh Muhammadiyah mengatakan ada tiga poin di antaranya:

1. Berdoa
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dahulu mengapa Nabi Ibrahim AS mempunyai anak keturunan yang saleh dan salihah, bahkan mayoritas nabi setelah Nabi Ibrahim AS adalah anak keturunan Nabi Ibrahim AS. Jawabannya adalah karena Nabi Ibrahim AS mendoakan mereka. Dalam firman Allah SWT Q.S Al-Baqarah ayat 129 menjelaskan yang artinya:

“Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Jadi, doa itu lah yang menjadi sebab kemudian anak keturunan Nabi Ibrahim AS jadi orang-orang yang saleh. Dan hal sama yang bisa kita lakukan adalah berdoa kepada Allah SWT agar diberikan ke-istikamah-an pasca Ramadan.

2. Berteman dengan Orang-orang Baik
Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa jika ingin istikamah harus berteman dengan orang-orang baik. Untuk memahami hal ini, Reza menjelaskan dengan sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut.

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setan itu serigala bagi manusia sebagaimana serigala bagi kambing. Serigala menerkam kambing yang memisahkan diri dari kawanannya dan menyendiri. Janganlah kalian memisahkan diri dari jamaah dan hendaklah kalian bersama jamaah dan orang terbanyak (dari kalangan orang mukmin).” (Hadis Riwayat Ahmad di dalam Musnadnya Nomor 21091)

Lebih lanjut, menurut Reza apabila kita salat sendiri dan tidak berjamaah maka kita mulai ditempelkan setan yang salah satu gangguannya adalah kita terkadang lupa jumlah rakaat. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian dan menjauh dari dua orang.” (Hadis Riwayat Ahmad)

“Maka salat berjamaah di masjid itu bisa mengindarkan diri dari setan-setan. Kalau kita bersama orang-orang baik, lalu kita sudah berdua salat berjamaah, sudah menjauh itu setan. Apalagi kita salatnya bertiga, berempat, berlima orang, dan seterusnya,” kata Reza.

3. Mengetahui Bahwa Iman Adalah Rahmat dari Allah SWT
Poin yang terakhir adalah kita harus mengetahui bahwa sebenarnya iman adalah rahmat dari Allah SWT, sebagaimana penjelasan hadis Rasulullah SAW berikut.

Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (Hadis Riwayat Bukhari Nomor 5673 dan Muslim Nomor 2816)

“Jadi yang penting itu bagaimana kita mengundang rahmat dan mendapatkan karunia Allah SWT. Beberapa caranya agar kita layak dan pantas masuk ke surga Allah SWT adalah banyak berdoa, bersama dengan orang-orang baik, dan mesti melawan hawa nafsu kita agar tetap istikamah di jalan Allah SWT, karena surga yang mahal ini kalau hanya dibayar dengan puasa dan salat saja tidak cukup, tapi atas rahmat dan kasih sayang Allah SWT jadi cukup,” pungkas Reza.

Itu lah penjelasan istikamah pasca Ramadan dan kiat-kiat amalannya. Semoga kita bisa mulai menjaga semangat ibadah untuk 11 bulan ke depan dan seterusnya. Selain itu, mari kita bermuhasabah diri meningkatkan amal saleh, mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin allahumma aamiin. (QF/KSU)

Artikel Lainnya

Jadwal Imsakiyah

25 April 2024

17 Shawwal 1445

Subuh Adzan

04:43

Waktu Adzan
Subuh04:43
Terbit05:53
Dzuhur11:53
Ashar15:13
Maghrib17:50
Isha19:01

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya

pkv games
bandarqq
dominoqq
https://themeasuredmom.com/wp-includes/js/dominoqq/
https://themeasuredmom.com/wp-includes/js/bandarqq/
https://themeasuredmom.com/wp-includes/js/pkv-games/