Sekolah Pascasarjana UMJ Gelar Studium General Maqashid Syariah

Oleh :
Dinar Meidiana
Studium General Maqashid Syariah
Kiri ke kanan, Prof. Dr. Din Syamsuddin M.A., Ph.D., Prof. Dr. Mustafa Dasouqi Kasbah, Prof. Masyitoh, M.Ag., Dr. Rini Fatma Kartika, MH., Dr. Saiful Bahri, Lc., MA., seusai Studium General Maqashid Syariah Auditorium FIP UMJ, Kamis (24/08/2023).


Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (SPs UMJ) menyelenggarakan Studium Generale di Auditorium FIP UMJ, Kamis (24/08/2023). Kuliah yang mengangkat tema “Praktik Maqashid Syariah di Bidang Ekonomi dan Pendidikan (Tathbiqât Maqâshid Syarî’ah fi Majâl al-Iqtishâd wa at-Ta’lîm)” ini sangat menarik antusiasme para mahasiswa SPs UMJ.

Baca juga : Sekolah Pascasarjana UMJ Luluskan Doktor ke 47

Studium Generale menghadirkan dua narasumber utama, yaitu pakar ekonomi dan maqashid dari Mesir, Prof. Dr. Mustafa Dasouqi Kasbah, dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus dosen SPs UMJ, Prof. Dr. Din Syamsuddin.

Direktur SPs UMJ, Prof. Masyitoh, M.Ag., menjelaskan dalam sambutannya bahwa topik bahasan yang diangkat sangat penting terutama bagi mahasiswa yang melakukan riset tentang maqashid syariah. Menurutnya, di kuliah ini  mahasiswa dapat menambah wawasan dan pencerahan untuk memperkaya pengetahuan, terlebih mayoritas mahasiswa SPs merupakan pimpinan lembaga pendidikan.

“Topik ini penting karena kita bisa mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan model berdasarkan maqashid. Juga tentang bagaimana menyelenggarakan pendidikan yang komprehensif dan kompetitif di dunia global, inklusif, kolaboratif dan transformatif menghadirkan perbaikan kehidupan di masa depan,” ungkapnya.

Wakil Rektor III UMJ, Dr. Rini Fatma Kartika, MH., yang hadir dalam acara ini mewakili Rektor UMJ, mengatakan bahwa maqashid syariah sangat ideal jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur.

“Harapannya akan ada temuan baru, kemudian bisa memasukkan nilai-nilai maqashid ke segala aspek kehidupan yang memberikan manfaat untuk masyarakat muslim di indonesia maupun dunia,” ungkap Rini yang kemudian secara resmi membuka Studium Generale.

Selanjutnya narasumber petama, Prof. Dr. Mustafa Dasouqi Kasbah, menjelaskan secara terperinci tentang empat poin penting yang meliputi al-maqashid, yaitu al-ulya li al-quran (tujuan mulia al-quran), al-binyah al-ma’rifiyah li al-maqashid (bangunan teori dan pengetahuan tentang maqashid), muamalat dan ekonomi islam, serta tathbiqat mu’ashirah (praktik kontemporer maqashid syariah).

Al-Qur’an membawa tiga tujuan pokok mulia dan tinggi, yaitu tauhid, penyucian jiwa, dan kemakmuran alam semesta. Ketiga tujuan tersebut diharapkan dapat terwujud melalui sarana iman, ilmu, dan amal agar terbentuk ekosistem dan masyarakat bertakwa. Pemikiran maqashid dipengaruhi oleh ide-ide dan gagasan progresif amirul mukminin Umar bin Khatthab yang secara fikih banyak diadopsi oleh Madzhab Maliki.

Maqashid ekonomi Islam mengajak pada produktivitas, kemerdekaan perputaran harta benda serta penerapan keadilan di dalamnya maka terdapat syariat tentang ziswaf, waris, wasiat, hibah dan sebagainya. Demi menjaga keadilan, Islam mengatur akad-akad muamalah. Hal ini ditujukan untuk merealisasikan ta’âwun (kerjasama) dan tawâzun (keseimbangan) ekonomi dan sosial.

Mustafa Dasouqi menyatakan bahwa salah satu halal lifestyle terbesar di Indonesia adalah fashion (mode), yang kemudian dicontoh oleh tren fashion muslim dunia. Mustafa juga mengapresiasi Indonesia dalam keteguhannya menolak gerakan LGBTQ, sementara banyak negara yang kemudian tunduk dan melegalkan kampanye LGBT itu.

Di sesi berikutnya,  Prof. Dr. Din Syamsuddin menjelaskan tentang  kecenderungan para pemikir kontemporer yang menariknya ke tujuan tunggal, yaitu kemaslahatan umum. Oleh karena itu maqosid syariah bukan tujuan terakhir, melainkan jalan yang ditempuh menuju kemaslahatan. Senada dengan yang disampaikan Mustofa, Din Syamsudin mengatakan konsep kemaslahatan umat dirujuk oleh dunia.

“Sekarang dunia sudah mengakui dialog-dialog antar agama adalah jalan kerja sama untuk sampai kepada kebaikan bersama. Itu terjemahan dari konsep Islam maslahah al ammah. Maka bisa diimplementasikan di semua bidang kehidupan,” ungkap Din Syamsudin.

Peserta Studium Generale yang merupakan mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dan Magister Teknologi Pendidikan ini tampak sangat antusias berdiskusi dengan kedua narasumber. Turut hadir dalam acara ini,  Sekretaris SPs UMJ Prof. Herwina Bahar, MA., Kaprodi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Dr. Saiful Bahri, Lc., MA., dan Kaprodi Magister Teknologi Pendidikan Dr. Ahmad Suryadi, M.Pd.


Editor : Tria Patrianti