IMM FIP Aktualisasikan Gerakan Literasi

Oleh :
Kholifatul Husna
imm fiop umj
Diskusi peserta Diklat Literasi V PK IMM FIP UMJ, bertempat di Villa Abi Ciseeng Jum’at (02/06/2023).

Aktualisasi Gerakan Literasi Wujudkan Kader Berintelegensi menjadi tema besar pada gelaran Diklat Lirerasi V Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (IMM FIP UMJ) bertempat di Villa Abi Ciseeng, Kamis (01/06/2023).

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari Kamis-Sabtu (01-03/06/2023) ini merupakan rangkaian dari program kerja PK IMM FIP UMJ Periode 2022/2023 dalam meningkatkan intelektualitas kader IMM se-UMJ.

Baca juga : Pengukuhan Ideologi IMM untuk IMM FIP UMJ Berkemajuan

Melihat akan kebutuhan wadah untuk mengasah ilmu pengetahuan kader, Ketua Pelaksana Dinulil Zaman mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir para kader IMM UMJ perlu memiliki wadah agar tetap terarah.

“Pada dasarnya, besarnya IMM karena laparnya kader akan pengetahuan dan haus dalam membaca yang radikal,” ungkap Dinul.

Selaras dengan itu, Ketua Umum PK IMM FIP UMJ Dedi Mursadi menjelaskan bahwa Diklat Literasi V merupakan perkaderan pendukung di IMM yang menjadi program kerja rutin khusus untuk kader IMM se-UMJ.

“Jadi Diklat Literasi adalah program kerja rutin yang setiap tahun dilakukan oleh bidang RPK bagi seluruh kader IMM se-UMJ yang bertujuan untuk meningkatkan intelektualitas kader IMM se-UMJ, bagaimana mereka dilatih berdialektika dan beroterika selama dalam forum kegiatan,” jelas Dedi.

Kegiatan yang dihadiri Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik  PC IMM Cirendeu, Achmad Fauzan sekaligus untuk membuka kegiatan tersebut. “Saya mengutip sedikit dari buku Sekolah itu Candu. Setiap tempat adalah sekolah, dan setiap orang adalah guru, dan setiap buku adalah ilmu. Maka tuntutlah ilmu dimanaoun kalian berada,” ucap Fauzan.

Sebanyak 35 peserta kader IMM se-UMJ mengikuti rangkaian kegiatan Diklat Lirerasi V PK IMM FIP UMJ dengan memberikan kesempatan pada peserta untuk membedah tokoh-tokoh filsuf, baik Filsuf Yunani Kuno, Islami Klasik, Barat dan tokoh pendidikan di Indonesia seperti Ki Hajar Dewantara serta pelopor Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan.

Melalui pendampingan fasilitator dan master dalam mengarahkan dan membantu peserta untuk mencari buku referensi, menulis materi, dan mengawal diskusi. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pemberian kesan dan pesan dari  peserta untuk memgingkatkan kualitas dan kuantitas perkaderan IMM di UMJ.

Editor : Budiman