Menguatkan Ekonomi Umat dalam Hari Bermuhammadiyah IV

Abdul Mu’ti, Ma’mun Murod, Luqman Hakim, dan peserta dalam Hari Bermuhammadiyah Keempat, di Masjid At-Taqwa UMJ, (21/01).

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Abdul Mu’ti, M.Ed., memuji pencapaian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dalam mengembangkan jejaring dari berbagai institusi, Mu’ti berharap UMJ mampu memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat luas seperti hotel, SPBU Pertamina, hingga E-Dutorium. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri Hari Bermuhammadiyah (HBM) IV di Masjid At-Taqwa UMJ, Sabtu (21/1).

Lebih lanjut dalam acara yang mengusung tema “Muhammadiyah dan Penguatan Ekonomi Umat” itu Mu’ti juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki cita-cita untuk memperkuat ekonomi sebagai bagian dari pilar gerakan dakwah Muhammadiyah. Menurut Mu’ti, yang juga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMJ, Muhammadiyah memiliki amal usaha yang berdimensi ekonomi sangat kuat. Badan usaha milik universitas diharapkan menjadi salah satu unit yang dapat memperkuat sustainability UMJ.

Gelaran acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) IV ini juga dihadiri pimpinan dan sivitas akademika UMJ, Perwakilan dari Kedutaan Besar Pakistan di Indonesia, Wakil Ketua DPR-RI Rachmad Gobel, Direktur Utama PT KAI Logistik TLN Ahmad Malik Syah, dan Deputi Direktur Bank Indonesia, Rita Nawangsari yang keduanya alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMJ.

Acara diisi dengan serangkaian kegiatan seperti sharing session , ceramah agama, juga dimeriahkan dengan adanya bazaar makanan UMKM untuk menyambut tamu undangan HBM IV,  Civitas Akademika UMJ, Masyarakat Muhammadiyah, dan juga Ortom Muhammadiyah.

Baca juga: Rachmad Gobel: Kumpul Seperti Sapu Lidi untuk Kuatkan Ekonomi

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ma’mun Murod, dalam sambutannya mengatakan bahwa setiap fakultas memiliki tantangan dalam gelaran HBM. “Ini menjadi tantangan bagi fakultas-fakultas UMJ setiap ditunjuk menjadi tuan rumah HBM. Kira-kira nanti konsep dan kreativitas apa yang akan ditampilkan, hingga seberapa besar peran alumni membantu suksesnya acara,” jelas Ma’mun.
 
Dekan FEB, Dr. Luqman Hakim, SE, MSi. menjelaskan konsep adanya stand Bazaar UMKM dalam acara kali ini adalah sebagai bentuk penguatan Ekonomi Umat. FEB bekerjasama dengan kurang lebih 100 UMKM Tangerang Selatan. Untuk itu panitia menyediakan voucer belanja makanan senilai Rp 40.000 yang dibagikan pada seluruh tamu undangan untuk dibelanjakan di arena bazar.
 
Rangkaian acara lainnya adalah penandatangan kerjasama MoU (Memorandum of Understanding) UMJ dengan beberapa perusahaan dan instansi. Mulai dari dari Asuransi Takaful, hingga KAI Logistics. Direktur Utama Takaful Umum (Asuransi Umum), Ihrom Bayu Aji, ST, AAIK, Dipl.Insurance, AIIS, CRMP, QIP., mengungkapkan MOU ini memberikan kesempatan mahasiswa UMJ untuk magang dan sekaligus membantu UMJ melindungi aset dari resiko yang bisa timbul.

Direktur Utama KAI Logistic, TLN Ahmad Malik Syah, menyatakan KAI Logistics memberikan kesempatan kepada mahasiswa UMJ untuk magang dan membuka peluang bisnis jasa pengiriman. Penandatangan berbagai kerjasama ini bertujuan membangun pengajaran bagi mahasiswa, mulai dari magang, pelatihan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

Dalam kesempatan lainnya, Deputi Direktur Bank Indonesia, Rita Nawangsari, S.E., S.H., MSc., MA., dan Dirut KAI Logistik, TLN Ahmad Maliksyah, yang merupakan alumni FEB UMJ pun memberikan Sharing Session kepada mahasiswa UMJ terkait Pemberdayaan Umat Berbasis Ekonomi Syariah juga Meningkatkan Daya Saing dan Peluang Kerjasama Umat. Hal ini sangat berkaitan dengan tema HBM IV dimana penguatan ekonomi umat sangat berpengaruh bagi masyarakat sekitar.

Rita menyampaikan bagaimana sebagai seorang alumni lulusan ekonomi bisnis harus mampu memberdayakan umat dengan cara meningkatkan kemampuan dan  memberikan manfaat besar kepada masyarakat.
 
Di sesi lain Wakil Ketua DPR RI, Rachmad Gobel, mengungkapkan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah hal utama dalam membangun dan/atau memperkuat ekonomi umat. “Kita harus optimis membangun bangsa. Muhammadiyah bisa berkonsolidasi menjadi satu kekuatan dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk memecahkan masalah sosial secara bersama-sama,” tuturnya.

Sesi foto bersama MoU dan pemberian cinderamata dalam Hari Bermuhammadiyah Keempat, di Masjid At-Taqwa UMJ, (21/01).


Di sesi ceramah keagamaan, Bendahara Umum PP Muhammadiyah & Dirjen Haji Kementerian Agama RI, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D. menyampaikan bahwa agama Islam perlu menyebarkan kebermanfaatan termasuk dalam unsur ekonomi. Sustainable Muhammadiyah Financing System termasuk yang sedang dirumuskan olehnya bersama PP Muhammadiyah. (KH/RN/QF/KSU)