Program Studi Pendidikan Olahraga (POR) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) mengadakan kegiatan Coaching Clinic Cabang Olahraga Bola Tangan untuk guru PJOK tingkat SD, SMP, SMA, SMK bersama dengan Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium FIP UMJ. Rabu (19/02/2025).
Kegiatan digelar dalam rangka peningkatan pengetahuan akademik bagi para guru dalam materi bola tangan, khususnya dalam hal ini guru yang tergabung dalam MGMP olahraga se-Jakarta Selatan I.
Baca juga: HIMAPOR FIP UMJ Gelar Seminar IPTEK Olahraga
Asosiasi Bola Tangan Indonesia Wilayah Jakarta Selatan, Nur Setiawan menyatakan bahwa coaching clinic bagi guru PJOK ini bagian untuk mengembangkan dan memperkenalkan olahraga bola tangan.
“Tentu saya sangat mengapresiasi kegiatan coaching clinic di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini, sebagai bagian untuk mengembangkan dan lebih memperkenalkan olahraga bola tangan. Mewakili asosiasi, saya berharap para guru yang hadir dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik,” paparnya.
Nur juga berharap agar banyak tumbuh atlit nasional dalam olahraga ini, karena di PON Aceh-Sumut, Kontingen Jakarta menyapu bersih medali emas.
Dekan FIP UMJ, Prof. Dr. Iswan, M.Si. mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting dilaksanakan sebagai penguatan dan pembekalan bagi para guru.
“Kami ucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, karena sangat penting sebagai penguatan dan bekal untuk para guru meningkatkan kompetensi dan ilmu bola tangan. Saya apresiasi sekali dengan kegiatan coaching clinic ini, mudah-mudahan para guru dapat memberikan pelajaran yang baik bagi generasi masa depan dari berbagai macam cabang olahraga,” jelasnya.
Acara Coaching clinic ini diisi oleh dosen POR UMJ, Muhammad Ishaq Gery, M.Pd. dengan materi bertajuk tentang Rulles of the Game Handball.
“Pertama dari sisi basic hingga aturan yang harus dipatuhi dalam permainan bola tangan itu fleksibel, artinya, Ketika dilakukan sebagai latihan atau training disekolah, para guru dengan murid silahkan disesuaikan lapangannya, kondisi lapangan dan aturannya, apakah memungkinkan untuk berubah, namun ketika ajang turnamen resmi, aturan mainnya tidak bisa diganggu gugat,” paparnya.
Lebih lanjut, Gery juga menekankan bahwa olahraga bola tangan sekarang sudah masuk dalam kurikulum di tingkat SMA/SMK, oleh sebab itu, para guru harus mampu memaksimalkan potensi minat bakat peserta didik dalam olahraga tersebut. Selebihnya, Gery hanya merinci terkait aturan teknis permainan olahraga bola tangan.
Kegiatan ini bersamaan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ dengan MGMP (Memfasilitasi Guru Mata Pelajaran) PJOK SMA Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Selatan. Turut Hadir dalam kegiatan ini oleh Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) yang diwakili oleh Nur Setiawan serta Kepala Suku Dinas Pendidikan DKI yang diwakili oleh Dr. Lina Purnama Asih.
Editor : Sofia Hasna