Tim FT UMJ Membuat Gerobak Listrik

Edisi Fakultas
Dosen FT UMJ Eka Samsul Ma’arif, S.T., M.T., bersama rekannya saat merakit GEMATIK di sekitar Rumahnya.



Gerobak Armada Listrik (GEMATIK) buatan dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang berkolaborasi dengan PT. Kreasi Tiga Brilian (mitra utama) merupakan produk  gerobak bertenaga listrik yang dapat dijangkau oleh pemasaran pelaku UMKM di era new normal, setelah adanya perubahan pola hidup pasca Covid-19.

Lahirnya GEMATIK terinspirasi dari diskusi dengan produsen gerobak yang sudah membuat lebih dari dari 250 gerobak niaga kayuh dan dorong. Ada kebutuhan mobilitas para pedagang yang memerlukan tenaga mekanisasi penggerak seperti gerobak listrik. Selanjutnya dosen FT UMJ Eka Samsul Ma’arif, S.T., M.T., Prof. Dr. Budiyanto, S.T., M.T., dan Ir. Prian Gagani Chamdareno, S.T., M.T. bersama PT. Kreasi Tiga Brilian (Mr. Booth) mulai menciptakan gerobak tenaga listrik yang kemudian diberi nama Gerobak Armada Listrik (GEMATIK).

GEMATIK dirancang sesuai dengan rancangan mekanik gerobak untuk mendapatkan ergonomi yang baik, teutama penempatan motor dan komponen listrik lainnya. Pemilihan jenis kapasitas motor listrik dan bateraipun harus diperhatikan. Prosesnya memerlukan waktu satu bulan dengan skema pengujian proses pabrikasi dan instalasi selama 6 mInggu, dan pengujian 3 minggu.

Eka Samsul Ma’arif menjelaskan untuk proses pabrikasi mereka menggandeng PT. Kreasi Tiga Brilian sebagai mitra utama, terutama dalam melaksanakan proses mekanik seperti pemotongan besi, pengelasan, pengecatan, perakitan roda, dan lainnya.

Lebih lanjut, Eka mengatakan gerobak listrik pada umumnya menggunakan penggerak modifikasi motor bensin sehingga memiliki banyak kekurangan. Selain harganya yang cenderung lebih mahal, pengurusan surat-surat kendaraan pun perlu dilakukan, belum lagi bahan bakar bensin yang selalu naik tiap tahunnya.

Jika melihat dari perbedaan antara GEMATIK dan sepeda motor biasa, GEMATIK nyaris tidak memiliki biaya perawatan dan hanya memerlukan pengisian daya baterai yang dapat dilakukan di rumah, bengkel terdekat yang jauh lebih murah, atau dengan cara dikayuh manual. Berbeda dengan sepeda motor pada umumnya yang memerlukan banyak perawatan cukup mahal.

“Motor bensin rata-rata harus diservis 6 bulan sekali dan bisa keluar biaya 300 ribuan untuk tune up oli dan lain-lain. Motor listrik tidak perlu itu. Gerobak motor yang beroperasi untuk jangkauan 10 km perlu bensin 1 liter seharga 10 ribu, sedangkan baterai hanya perlu dicharge sekitar 3 kwH yang biayanya cuma 6 ribu, maka ada selisih 4 ribu,” papar Eka lebih lanjut.

Eka berharap tahun ini GEMATIK sudah memiliki prototype yang layak uji dan layak pakai agar lebih cepat dipamerkan dan ditawarkan kepada calon pengguna.

“Akan ditawarkan pada calon pengguna atau lembaga yang akan membantu UKM lewat waqaf produktif. Jika GEMATIK lulus uji SNI, maka akan segera diupayakan untuk produksi massal,” ungkap Eka.

GEMATIK sanggup menerima beban berat sekitar 150 kg, termasuk pengendaranya. Jenis produk jualan yang direkomendasikan untuk diangkut menggunakan gerobak listrik ini bisa kuliner makanan cepat saji, atau bisa juga bahan makanan seperti sayuran, jus buah, baso,  dan banyak lainnya. (KH/KSU)

Editor : Tria Patrianti