Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar kegiatan Baitul Arqam Tenaga Kependidikan (Tendik) Gelombang 5. Sebanyak 28 peserta mengikuti kegiatan bertajuk Service Excellent for Ibadah, sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan komitmen pelayanan dalam dunia kerja.
Baca juga: Baitul Arqam Perkuat Leadership Tendik UMJ
Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi dari SK Rektor UMJ Nomor 372 tentang Kampus Islami yang mendorong budaya kerja islami di lingkungan sivitas akademika. Acara ini berlangsung selama dua hari sejak Jumat hingga Sabtu, di Serua Green Village, Depok, pada Jumat (11/07/2025).
Wakil Rektor I UMJ Dr. Muhammad Hadi, S.KM., M.Kes., membuka kegiatan sekaligus memberikan stadium general. Ia menegaskan pentingnya keikhlasan sebagai landasan dalam setiap tugas.
“Apapun pekerjaan kita, jika meniatkan sebagai ibadah, maka keberkahan dan rezeki akan datang dari segala arah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam ekosistem kampus.
“UMJ ibarat kapal besar. Tidak akan sampai tujuan jika nahkodanya tidak fokus. Tapi kapal juga takkan bergerak tanpa kru yang solid,” tambahnya.
Menurutnya, pelayanan terbaik hanya bisa tercapai jika semua elemen kampus bekerja tulus dan tidak merasa paling penting.
Ketua Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK), Drs. Fakhrurazi, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat melayani sebagai ibadah.
“Kami ingin peserta memahami bahwa bekerja di UMJ adalah bagian dari ibadah. Pelayanan yang baik bukan hanya profesional, tapi juga spiritual,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan menghidupkan budaya islami di kampus.
“Baitul Arqam ini bagian dari gerakan kampus Islami, agar sivitas aktif dalam kajian, pergaulan islami, dan peningkatan AIK secara menyeluruh,” tutupnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan peserta dari Ketua LPP AIK kepada Master of Training (MOT), dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan. Baitul Arqam tidak hanya sebagai pelatihan, namun penegasan ulang makna service excellent dalam perspektif Islami.
Pelayanan unggul tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan, tetapi harus tumbuh dari hati yang ikhlas dan niat ibadah kepada Allah. Melalui kegiatan ini, UMJ berkomitmen membangun lingkungan kerja yang tidak hanya efektif, tetapi juga bermakna secara spiritual.
Editor: Dian Fauzalia