Trauma Warga Akibat Gempa Bengkulu

Oleh :
Lukman Rahman Hakim
Rumah warga yang terkena dampak gempa bumi (foto diambil dari https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/07/060816465/gempa-magnitudo-58-guncang-kota-bengkulu-ini-analisis-bmkg)
Rumah warga yang terkena dampak gempa bumi (foto diambil dari https://www.kompas.com)

Gempa bermagnitudo 6,3 yang terjadi di wilayah Bengkulu pada Jumat dini hari (23/05/2025) menyebabkan kerusakan yang signifikan dan meninggalkan dampak psikologis bagi masyarakat setempat.

Episentrum gempa berada 43 kilometer di barat daya Bengkulu dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan hebat yang terjadi pada pukul 02.52 WIB ini membuat banyak warga terbangun dari tidurnya dan menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah kota.

Dilansir dari Kompas.com, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyatakan bahwa gempa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sekitar 100 rumah, baik dengan tingkat kerusakan berat maupun ringan.

“Hingga kini, data yang diterima mencatat sekitar 100 rumah mengalami kerusakan, dengan setengah di antaranya rusak parah dan sisanya rusak ringan. Kami masih menunggu laporan tambahan. Tidak ada korban jiwa, namun terdapat beberapa korban luka,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan tindakan nyata untuk mengatasi dampak dari gempa ini.

“Rumah yang mengalami kerusakan parah akan dibongkar dan dibangun ulang, sementara rumah dengan kerusakan ringan akan segera diperbaiki,” tegasnya.

Selain itu, Khristian Hermansyah, Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu, menyampaikan bahwa hingga siang hari setelah gempa, data sementara mencatat 34 bangunan mengalami kerusakan, yang meliputi rumah tinggal dan tempat usaha.

“Data sementara mencatat sebanyak 34 rumah dan tempat usaha mengalami kerusakan, yang semuanya berada di wilayah Kota Bengkulu. Data dari kabupaten masih belum diterima,” ujarnya.

Sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan meliputi Kelurahan Betungan, Pintu Batu, Bumi Ayu, serta beberapa lokasi lainnya di Kota Bengkulu. Hingga laporan ini disampaikan, belum ditemukan adanya korban jiwa, namun BPBD bersama tim gabungan masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan.

Getaran gempa yang terjadi pada tengah malam menyebabkan banyak warga Bengkulu ketakutan dan bergegas keluar dari rumah mereka.

“Gempa yang cukup kuat membangunkan hampir seluruh warga, hingga beberapa rumah mengalami kaca pecah yang jatuh dari lemari,”ujar Lala Maisa.

Warga lain, Ronal, mengungkapkan bahwa keluarganya segera berupaya menyelamatkan diri saat guncangan mulai dirasakan

“Kami sekeluarga bangun dan segera keluar rumah,” ugkapnya.

Sampai saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Pemerintah juga mengajak masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Baca info menarik lainnya di www.umj.ac.id