Program Sekolah Rakyat resmi diselenggarakan di 63 titik lokasi di seluruh Indonesia pada Senin (14/7). Program Sekolah Rakyat pada 37 titik lainnya akan dijadwalkan menyusul di akhir bulan. Lebih dari 9.700 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem akan mengikuti pendidikan di sekolah berasrama ini, yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Dilansir dari kompas.com, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan akses pendidikan gratis, tetapi juga berfungsi sebagai strategi besar untuk menghentikan siklus kemiskinan antar-generasi. Program ini menekankan pada pemuliaan anak-anak dari keluarga miskin dengan memberikan fasilitas pendidikan berkualitas tinggi dan pengasuhan yang optimal.
“Sekolah Rakyat merupakan strategi besar Presiden Prabowo untuk memutus mata rantai kemiskinan, untuk menjalin pendidikan yang bermutu untuk anak keluarga miskin dan miskin ekstrem, dan tidak boleh ada yang tertinggal dalam pendidikan,” ucapnya.
Peserta didik Sekolah Rakyat dipilih berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tanpa melalui tes akademik. Seleksi dilakukan secara transparan dan adil, dengan memastikan bahwa calon siswa berasal dari desil 1 dan 2, yaitu kelompok 10–20 persen keluarga termiskin. Proses seleksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa program ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi mereka yang paling membutuhkan.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama penuh (boarding school), dengan fasilitas yang mencakup asrama bagi siswa dan guru, ruang kelas modern, serta sarana belajar yang memadai. Tenaga pendidik yang terlibat terdiri dari guru ASN, P3K penuh waktu dan paruh waktu, serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah diseleksi. Kurikulum yang diterapkan mengacu pada standar pendidikan nasional, dengan pendekatan yang lebih memperhatikan kebutuhan dan potensi siswa dari keluarga kurang mampu.
Dengan dimulainya program Sekolah Rakyat, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, serta membuka peluang bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan berkualitas.
Baca info menarik lainnya di www.umj.ac.id