Kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP), yang ditemukan tewas dengan kepala terbungkus lakban di kamar kosnya, seperti yang telah diketahui, jasad korban pertama kali ditemukan pada Selasa, 8 Juli 2025.
Polisi mengungkap aktivitas terakhir ADP yang ditemukan meninggal di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Menurut keterangan polisi, korban sempat menyapa penjaga kos pada malam sebelum ditemukan tak bernyawa.
“Pada malam itu, korban sempat menyapa penjaga kos dengan mengatakan, ‘Ayo, Mas,’ sebelum akhirnya ditemukan meninggal,” ungkapnya.
Melansir dari detik.com, gerak-gerik ADP turut terekam oleh kamera pengawas di sekitar area. Rekaman CCTV tersebut menunjukkan momen sebelum dan setelah ADP ditemukan meninggal di dalam kamar kosnya.
Dalam rekaman CCTV memperlihatkan ADP masuk ke kamar kos pada pukul 23.23 WIB, Satu menit kemudian, yakni pukul 23.24 WIB, ADP tampak keluar dari kamar sambil membawa kantong plastik.
Selain itu, dua orang yang tampak mencoba membuka jendela kamar kos korban. Salah satu di antaranya adalah pria mengenakan kemeja bermotif garis putih dan biru, yang diketahui sebagai penjaga kos.
Usai berhasil mencongkel jendela kamar kos, penjaga berusaha membuka pintu dari dalam dengan setengah badannya masuk lewat jendela. Keduanya terlihat kesulitan saat mencoba membuka pintu dari dalam.
Setelah pintu kamar berhasil dibuka, penjaga kos segera melangkah masuk tanpa ragu. Begitu berada di dalam, ia langsung dikejutkan oleh pemandangan yang mengerikan korban tampak tergeletak kaku di lantai. Kondisi tubuh yang tak bergerak dan ekspresi wajah yang membeku membuat penjaga kos menduga bahwa korban kemungkinan telah meninggal.
Lebih lanjut, seorang pria berjaket hijau ikut masuk ke kamar dan merekam situasi di dalam menggunakan ponsel, termasuk kondisi korban dan area sekitar. Usai merekam, keduanya pergi meninggalkan kamar tanpa melakukan tindakan lanjutan, dan pintu kamar dibiarkan terbuka tanpa dikunci ataupun ditutup kembali.
Baca info menarik lainnya di www.umj.ac.id