Jelly Kolagen Anti-Aging Buatan Mahasiswa FKK UMJ Tembus Pendanaan PKM 2025

Oleh :
Ariesta Dwi
Jelly Kolagen Anti-Aging Buatan Mahasiswa UMJ Tembus Pendanaan PKM 2025
Tim UMJ yang meraih pendanaan proposal PKM Kemdiktisaintek RI Tahun 2025 dengan judul “Inovasi Jelly Kolagen Kaya Vitamin C dari Cangkang Telur, Rambut Jagung, dan Jambu Biji sebagai Anti-Aging.” (Foto : dok. pribadi)

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berhasil meraih pendanaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI untuk tahun 2025. Hasil seleksi diumumkan melalui laman resmi Simbelmawa Kemendikbud pada Kamis (3/7/2025).

Baca juga: Empat Mahasiswa UMJ Ikuti Program Summer Camp di Harbin, China

Tim mahasiswa yang berhasil lolos dalam skema PKM bidang Kewirausahaan berasal dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ. Tim ini terdiri dari mahasiswa Program Studi Gizi yaitu, Carissa Zahra, Salsabila Azhara, Maharani Putri Rinardi, Wafa Nurul Syahidah, dan dari Program Studi Kebidanan Fahitah Julmia Rahmasari. Mereka mengusung judul proposal: “Inovasi Jelly Kolagen Kaya Vitamin C dari Cangkang Telur, Rambut Jagung, dan Jambu Biji sebagai Anti-Aging.”

Dosen pendamping Dr. Nunung Cipta Dainy, SP., MSi., yang juga sebagai Koordinator Bidang Penelitian dan HKI LPPM UMJ ini, mengatakan Judul ini dipilih karena melihat potensi besar dalam menciptakan produk makanan fungsional yang sehat, inovatif, dan bernilai jual tinggi. Ia menegaskan penggunaan bahan lokal dan limbah pangan bernilai tambah menjadi keunikan dan daya jual utama.

“Kami ingin membuat jelly yang tidak hanya enak dan menarik, tapi juga memiliki manfaat kesehatan, khususnya untuk kesehatan kulit dan penuaan dini,” ujarnya.

Jelly merupakan produk yang digemari oleh berbagai kalangan, khususnya remaja dan anak muda. Ketiga bahan utama dipilih karena memiliki nilai gizi dan manfaat kesehatan yang tinggi. Cangkang telur mengandung kalsium dan kolagen yang baik untuk kesehatan tulang dan kulit. Rambut jagung kaya akan antioksidan dan senyawa aktif alami, sementara jambu biji merah mengandung vitamin C yang tinggi, berperan dalam pembentukan kolagen dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain bermanfaat, bahan-bahan tersebut tergolong murah, mudah diperoleh, dan sebagian merupakan limbah pangan yang kerap terbuang. Melalui inovasi ini, tim melihat peluang untuk menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendorong wirausaha yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Sesuai dengan semangat Kemendiktisaintek, yakni “Kampus Berdampak”, Nunung berharap semoga kegiatan ini menjadi cikal bakal wirausaha muda berbasis pangan fungsional yang tumbuh dari kampus dan berdampak bagi peningkatan Kesehatan masyarakat. Selain itu juga menciptakan lapangan kerja baru, dan turut mengurangi jumlah limbah pangan karena diolah menjadi sumber pangan baru.

“Kami berencana untuk menambah variasi rasa dan bentuk jelly untuk memperluas segmentasi pasar. Kemudian menjalin kerja sama dengan UMKM atau kantin kampus untuk pemasaran rutin,” ujarnya

Nunung juga menambahkan bahwa tim merencanakan berbagai langkah strategis untuk mengembangkan produk, antara lain mengikuti bazar dan pameran guna memperluas jangkauan konsumen. Selain itu, tim akan mendaftarkan izin edar (PIRT) dan mengurus merek dagang agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas dan berkelanjutan. Mereka juga berencana mengajukan izin BPOM serta sertifikasi halal.

Editor : Dian Fauzalia