Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi (HIMIA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berhasil meraih Hibah pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Tahun 2025. Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (KemendiktiSaintek), dengan pengumuman hasil seleksi yang dirilis pada Jumat (04/07/2025).
Baca juga: FISIP UMJ Borong Prestasi di SILAT APIK PTMA 2025
HIMIA UMJ lolos melalui proposal berjudul Optimalisasi Gerakan Literasi di Desa Cimulang, Kabupaten Bogor sebagai Strategi Mewujudkan Generasi yang Cerdas dan Unggul. Proposal ini terpilih di antara 295 judul subproposal yang diajukan oleh 145 perguruan tinggi se-Indonesia.
Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP UMJ sekaligus dosen pembimbing tim ormawa Dr. Mawar, SIP, MAP, mengatakan keberhasilan ini menunjukkan komitmen mahasiswa HIMIA terhadap salah satu misi mereka, yaitu “Kontribusi yang Bermanfaat.” ia menambahkan, kontribusi tersebut tidak hanya berdampak internal dalam pengembangan organisasi dan institusi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Capaian ini menjadi motivasi dan stimulus untuk terus menghasilkan kinerja organisasi yang kreatif dan inovatif. Selain itu juga menjadi pengalaman dan pembelajaran berharga dalam merancang kegiatan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua HIMIA FISIP UMJ Tazkiyatul Qolbi mengatakan Desa Cimulang telah menjadi desa binaan HIMIA, sejumlah kegiatan telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan tersebut meliputi penguatan peran dan kapasitas pemerintah desa, pemberdayaan remaja, serta penguatan karang taruna. Desa ini dipilih karena tingkat indeks pembangunan literasi masyarakat di Kabupaten Bogor tergolong rendah dibandingkan wilayah lain di Jawa Barat.
“Kami akan menerapkan beberapa strategi untuk membangkitkan minat literasi, seperti menyusun kurikulum nonformal, mendirikan sejumlah pojok baca di beberapa titik strategis, serta melakukan monitoring secara berkala,” ujarnya.
Takziyatul berharap pencapaian ini dapat membantu mengatasi keterbatasan akses terhadap bahan bacaan di masyarakat serta menjadi pengalaman berharga bagi seluruh tim.
“Semoga program ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat setempat, dan kami bisa terus berkontribusi untuk masyarakat luas,” tutup Takziyatul.
Selaras dengan program pemerintah tentang ‘Kampus Berdampak’, PPK Ormawa dirancang untuk mendorong agar pengetahuan dan kreativitas mahasiswa tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata di masyarakat. Program ini menjadi upaya Kementerian Pendidikan Tinggi dalam menggerakkan potensi bersama organisasi mahasiswa melalui proyek sosial yang terarah dan berkesinambungan.
Editor : Dian Fauzalia