Indonesia Bisa Tempatkan Slowakia “hub” di Eropa

Oleh :
Asep Setiawan
Duta Besar RI di Slowakia Pribadi Sutiono
Pribadi Sutiono Duta Besar RI untuk Slowakia menyampaikan materi kuliah tamu (12/12)

Indonesia perlu menjadikan Republik Slowakia sebagai hub (pusat) di Eropa karena lokasinya yang strategis. Negara kecil ini berada di tengah-tengah antara Eropa Barat dan Eropa Timur. Dengan memanfaatkan Slowakia, Indonesia dapat mengembangkan perdagangan berbagai produknya ke Benua Eropa.
Demikian pandangan Duta Besar RI di Slowakia Pribadi Sutiono dalam Kuliah Tamu di Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhamadiyah Jakarta, (12/12) sore dan pagi hari waktu di Slowakia. Kuliah tamu secara virtual ini langsung dari Bratislava, ibu kota Slowakia dihadiri sekitar 30 mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah Teori dan Praktik Diplomasi.
Menurut Dubes Pribadi Sutiono, selain posisinya di tengah Eropa negara kecil berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa ini juga memiliki akses mudah ke pelabuhan. “Selain itu biaya di Slowakia tidak semahal di Belanda, Jerman dan Inggris,” katanya. Slowakia ini berbatasan dengan Polandia di Utara, Ukraina di Timur, Hongaria di selatan, Australia di baratdaya dan Seko di timur laut.
Pendapat mengenai perlunya Indonesia memiliki semacam pusat kegiatan (hub) di Eropa karena Slowakia memiliki pasar kecil untuk produk Indonesia. Namun dengan menjadikan Slowakia sebagai pijakan ke Eropa, lokasinya sangat baik untuk ekspor berbagai produk Indonesia ke benua ini. Dengan adanya peluang ini, Dubes Pribadi Sutiono berhadap Presiden Joko Widodo memberikan perhatian ke wilayah ini sehingga dapat berkunjung ke Slowakia di masa mendatang.

Kuliah Tamu
Dr. Asep Setiawan MA sebagai moderator, Ali Noer Zaman MA, dan Duta Besar RI di Slowakia Pribadi Sutiono pada Kuliah Tamu (12/12)

Indonesia surplus
Dalam paparannya, Dubes Pribadi menjelaskan bahwa perdagangan Indonesia-Slowakia surplus untuk Indonesia.Total impor Slowakia dari Indonesia sekitar 22,3 juta dollar AS sedangkan impor dari Indonesia sekitar 34,2 juta dollar. Produk yang potensial di Pasar Slowakia antara lain kopi, rempah, makanan kaleng, produk karet, timah, asesoris kendaran, minyak sawit dan turunanya serta aksesoris telepon. Namun mengingat penduduknya kecil maka tidak banyak volume perdagangan kedua negara. Oleh karena itulah potensi ke depan menjadikan Slowakia sebagai pijakan berbagai produk Indonesia ke Eropa.
Mengenai hubungan bilateral Indonesia dan Slowakia, Dubes Pribadi menjelaskan sejumlah potensi diantara saling mendukung dalam berbagai forum internasional dan adanya kerjasama di berbagai bidang. Slowakia juga masih memiliki potensi seperti pasar yang terbuka untuk berbagai produk Indonesia yang mampu bersaing dengan produk Thailand, Vietnam dan Filipina.
Satu hal yang masih terbuka peluang di Slowakia, jelas Dubes Pribadi adalah negara ini kekurangan tenaga kerja terampil seperti terapis karena hadirnya sejumlah fasilitas SPA, juru masak, tenaga bidang IT dan guru.
Acara kuliah tamu ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Ilmu Politik Dr Usni, dosen Prodi Ilmu Politik Ali Noer Zaman MA dan Dr. Lusi Andriyani M.Si serta juga Tria Patriani dari Prodi Ilmu Komunikasi. Kuliah tamu ini dipimpin moderator Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik Dr. Asep Setiawan MA dan berlangsung sekitar jam.
Program menghadirkan Duta Besar di FISIP UMJ bukan pertama kalinya. Sebelumnya hadir secara langsung di gedung FISIP UMJ Duta Besar Iran di Indonesia Mohammd Khoush Heikal Azad 20 Oktober 2022. Selain itu hadir secara virtual Duta Besar Palestina 19 Agustus 2022 dalam seminar internasional membahas isu Palestina. (AS/FISIP)