Duta GenRe adalah role model remaja yang terpilih untuk menjadi teladan bagi remaja lainnya, khususnya dalam hal perencanaan kehidupan berkeluarga, menjaga kesehatan reproduksi, serta menjauhi berbagai risiko seperti pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas. GenRe merupakan singkatan dari Generasi Berencana, sebuah program yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Selain itu, Duta GenRe juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri, mengasah kemampuan kepemimpinan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan diri di kalangan remaja. Melalui ajang pemilihan Duta GenRe, para generasi muda belajar bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan.
Sri Mugi Rahayu, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta, diberi kesempatan untuk mewakili Kecamatan Cinere dalam ajang Pemilihan Duta GenRe. Diperjalanannya ia menjadi Duta GenRe Kota Depok. Sebagai bagian dari generasi muda, Mahasiswa yang kerap disapa Ayu berharap dapat menginspirasi teman-teman sebaya dalam hal perencanaan kehidupan berkeluarga, menjaga kesehatan reproduksi, serta menjauhi risiko yang dapat merugikan masa depan, seperti pernikahan dini, narkoba, dan seks bebas.
Perjalanan Menuju Duta GenRe, Kegigihan Menjadi modal Penting
Pelaksanaan kegiatan Duta GenRe dimulai dari tingkat kecamatan. Para peserta yang berhasil meraih juara 1 di tingkat kecamatan kemudian berhak melanjutkan ke ajang berikutnya, yakni tingkat kota, untuk mewakili kecamatannya. Dalam prosesnya, peserta terlebih dahulu harus melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.
Setelah dinyatakan sebagai juara 1 di tingkat kecamatan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi persaingan di tingkat kota. Persiapan tersebut tidak hanya mencakup pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kesiapan mental serta kemampuan berkomunikasi agar mampu tampil sebagai sosok remaja inspiratif yang dapat membawa nama baik kecamatan.
Pada tingkat kota, para perwakilan dari masing-masing kecamatan dipertemukan dalam satu ajang kompetisi. Di kota Depok, sebanyak 22 finalis yang berasal dari 11 kecamatan turut ambil bagian dalam pemilihan Duta GenRe tingkat kota. Setiap kecamatan mengirimkan dua wakil terbaiknya, yaitu putra dan putri, untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Rangkaian kegiatan pembekalan bagi para finalis dimulai pada 16 Juli dan berlangsung hingga 27 September tahun 2024. Selama kurun waktu tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka.
Tidak Sekadar berbagi Wawasan, namun juga berjejaring Relasi dan Kolaborasi
Pembekalan ini mencakup sejumlah topik penting, seperti pemahaman mendalam mengenai program Generasi Berencana (GenRe), isu-isu remaja, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas. Tidak hanya itu, peserta juga dibekali dengan pelatihan public speaking, kepemimpinan, manajemen diri, serta kemampuan membangun personal branding.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan ini, Ayu merasakan begitu banyak manfaat yang ia peroleh. Tidak hanya menambah relasi dan jaringan pertemanan, tetapi juga memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana merencanakan masa depan yang cerah dan terarah.
Melalui diskusi, pelatihan, dan pembekalan, saya semakin memahami betapa pentingnya mempersiapkan diri sejak dini agar dapat mengambil keputusan yang tepat di masa depan. Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga ruang belajar bersama, tempat di mana saya bisa mengasah kemampuan, mengembangkan potensi diri, dan meningkatkan rasa percaya diri.
Pertemuan dengan teman-teman inspiratif dari berbagai latar belakang juga memotivasi Ayu untuk terus berkembang dan menjadi pribadi yang bermanfaat. Mereka bukan sekadar lawan dalam kompetisi, tetapi juga sahabat yang saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama: menciptakan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Masa remaja adalah salah satu fase paling penting dalam perjalanan hidup seseorang. Pada masa ini, kita mulai sibuk mencari tahu siapa diri kita sebenarnya, apa yang kita sukai, dan seperti apa masa depan yang ingin kita capai. Inilah yang disebut masa transisi saat kita perlahan meninggalkan dunia anak-anak dan melangkah menuju kedewasaan.
Sri Mugi Rahayu
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Peserta Program International Students’ Summer Camp di Notrheast Forestry University
Kamu mahasiswa aktif UMJ? Punya pengalaman yang menarik untuk dibagikan? Silakan tulis pengalamanmu dalam 700-1400 kata, lalu kirim ke email ksu@umj.ac.id Tulisan yang terpilih akan dimuat di Kolom Mahasiswa website www.umj.ac.id