Zakat dan Judi Online

Zakat dan Judi Online
(Ilustrasi : KSU/ FIldzah Nur Fadhilah)

Belakangan ini kita sering disuguhkan berita-berita mengenaskan seputar judi online. Headline di salah satu stasiun televisi nasional menuliskan tentang aparat penegak hukum yang juga seorang istri membakar suaminya yang kerap ketagihan judi online. Ada juga berita, seorang anak tega membunuh ibu kandungnya dikarenakan sang ibu tidak memberi uang yang diminta untuk bermain judi slot.

Dalam beberapa jurnal penelitian disebutkan bahwa penyebab utama maraknya judi online disebabkan permasalahan sosial dan ekonomi. Perjudian sering kali dipandang sebagai cara cepat untuk meraih keuntungan besar dengan usaha minimal. Dalam konteks ekonomi saat ini, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok ditambah susah mencari pekerjaan, perilaku berjudi online semakin marak. Kecanduan judi online dapat mendorong pelakunya untuk melakukan berbagai cara agar bisa terus bermain, yang pada akhirnya bisa berujung pada tindakan kriminal lainnya.

Dalam al Quran, Islam sudah melarang judi dikarenakan dampak buruknya yang bukan hanya kepada diri pelaku, namun juga orang lain dan masyarakat. Judi merupakan penyakit masyarakat yang sudah ada sejak dulu, bahkan Allah SWT dalam al Quran menyebut judi sebagai perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan (QS. al Maidah 5:90).

Maraknya judi online dapat dipastikan muncul seiring perkembangan teknologi digital. Perkembangan teknologi dan aplikasi memungkinkan judi online dapat diakses dengan mudah melalui ponsel pintar. Hal ini membuat permainan judi melalui online  tersedia kapan saja dan di mana saja. Selain itu, fitur anonimitas yang ditawarkan oleh platform judi online juga membuat individu merasa lebih aman dan bebas untuk berjudi tanpa khawatir identitas dirinya diketahui orang lain.

Judi online dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Banyak penjudi berakhir dengan hutang besar karena terus berjudi dalam upaya untuk menang dan berharap uang yang hilang akan kembali. Hal ini dikarenakan judi online dapat membuat kecanduan, sama seperti narkoba atau alkohol.  Akibatnya, keluarganya menjadi fakir, miskin hingga berhutang. Tiga kategori akibat judi tersebut termasuk dalam golongan orang penerima zakat (mustahik).

Kita membenci perbuatan pelaku yang memilih berjudi online sebagai mata pencaharian, namun keluarga pelaku terutama anak-anak, akan menanggung dampak dari apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Sehingga perlu keberpihakan dari umat untuk menolong keluarga penjudi dengan memberikan bantuan melalui penyaluran zakat.

 

Mengurangi Tekanan Ekonomi

Seperti kita ketahui, Zakat merupakan salah satu ibadah yang diperintahkan Allah SWT yang terdapat dalam rukun Islam. Irfan Sauqi Beik menyebut setidaknya terdapat tiga dimensi dalam ibadah zakat, yaitu dimensi keimanan, sosial dan ekonomi. Dimensi Keimanan, yaitu bentuk ketaatan kepada Allah dalam menunaikan zakat sebagai pembersihan harta dan jiwa. Zakat membantu membersihkan hati dari sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap harta benda sehingga hidup menjadi lebih berkah.

Dimensi Sosial, Mengurangi Kesenjangan Sosial dalam masyarakat dan meningkatkan kepedulian sosial, dengan berzakat, umat Islam menunjukkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama dalam membangun rasa kebersamaan dan upaya pengentasan Kemiskinan. Dimensi Ekonomi, zakat menyediakan sumber dana yang penting untuk berbagai program kesejahteraan sosial dan pembangunan ekonomi. Dana zakat dapat digunakan sebagai modal usaha bagi mereka yang membutuhkan, membantu meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi penerimanya.

Banyak individu terlibat dalam judi sebagai upaya untuk mengatasi masalah keuangan. Zakat, yang didistribusikan kepada yang membutuhkan, dapat membantu mengurangi tekanan ekonomi dan memberikan solusi keuangan alternatif selain judi.

Penguatan Keluarga dan Masyarakat

Penyaluran zakat tidak hanya bersifat konsumtif dengan memberikan kebutuhan hidup sehari-hari kepada mustahik, namun juga dapat dilakukan program-program produktif seperti program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan usaha serta program pendidikan keuangan. Dengan memiliki keterampilan dan peluang usaha yang layak, individu dapat memperoleh pendapatan secara halal dan produktif. Program pendidikan keuangan dapat membantu individu dan keluarga memahami cara mengelola keuangan dengan baik dan bijak, sehingga mereka tidak tergoda untuk berjudi dalam mengatasi masalah keuangan.

Investasi zakat dalam pengembangan komunitas dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi, cara-cara menghindari dan mengatasi kecanduan judi. Selain itu perlu juga kegiatan yang menyediakan layanan konseling dan dukungan psikologis untuk individu yang kecanduan judi. Konseling dapat membantu mereka untuk mengatasi kecanduan. Dukungan psikologis dapat diberikan dengan memberi ruang bagi mereka dalam masyarakat seperti mengadakan kegiatan sharing session terkait bahaya judi online.

Zakat memiliki kemampuan signifikan untuk mengatasi masalah judi online dengan pendekatan yang holistik, mencakup bantuan keuangan langsung hingga dukungan sosial dan psikologis. Dengan penggunaan dana zakat yang tepat, masyarakat dapat membantu individu yang terjebak dalam kecanduan judi online untuk memulai hidup baru yang lebih sehat dan produktif. Hal ini tidak hanya mendukung individu yang terlibat dalam judi tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas masyarakat secara keseluruhan.