Memperingati Hari Gizi Nasional, dosen Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Dr. Nunung Cipta Dainy, SP., MSi., berbagi tentang Pentingnya memahami asupan Gizi Seimbang

Kita sebagai individu atau manusia tentu berharap bisa selalu sehat dan bugar dimana kemampuan tubuh memerlukan energi untuk melakukan aktivitas. Perlunya asupan makanan yang seimbang dan bergizi bagi tubuh berdasarkan jenis dan jumlah zat gizi disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh.

Kebutuhan gizi dini dipenuhi dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal. Hal ini dilakukan untuk mencegah gangguan gizi.

“Salah satu komponen agar kita bisa sehat dan bugar adalah dengan asupan makanan bergizi seimbang bagi setiap orang yang memiliki kebutuhan gizi berbeda-beda.” jelas Nunung, Kamis (22/12/2022).

Gizi seimbang yaitu apabila asupan makanan cukup secara kuantitas, kualitas, dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Tujuannya agar kesehatan tubuh terjaga, pertumbuhan sempurna (pada anak-anak), zat gizi tersimpan, dan aktivitas fungsi kehidupan sehari-hari berjalan optimal.

Berikut tips mengatur pola makan menurut dosen Ilmu Gizi!

Tips Mengatur Pola Makan

Makanan sehari-hari sangat mepengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Pola makan yang sehat akan memberikan tubuh energi untuk beraktivitas serta zat gizi untuk menjalankan berbagai fungsinya. Sebaliknya, pola makan yang tidak tepat bisa saja menyebabkan masalah pencernaan, membuat berat badan naik-turun, dan meningkatkan risiko penyakit.

“Untuk menjaga pola makan yang sehat kita harus memiliki jam makan yang teratur dan hindari ngemil.” jelas Nunung

Lantas, bagaimana pola makan yang sehat terutama bagi orang yang super sibuk?

Di bawah ini Nunung berbagi tips untuk membantu mempertahankan pola makan baik bagi orang yang memiliki sedikit waktu untuk makan makanan sehat.

  1. Makan pagi jam 07.00-09.00

Sarapan merupakan waktu makan paling penting, sebab dari sinilah kita memperoleh energi untuk beraktivitas selama seharian.

“Sarapannya jangan yang terlalu banyak misalnya saat makan nasi uduk dengan porsi besar ditambah dengan gorengan yang memiliki tinggi karbohidrat dan kurang serat mineral.” ungkap Dr. Nunung.

Berikut beberapa jenis makanan untuk sarapan yang dapat melengkapi pola makan sehat Anda.

  1. Waktu ngemil jam 10.00-11.00

Untuk waktu ngemil Nunung menyarankan dengan memilih snack
yang mengandung karbohidrat sebagai pelengkap asupan dalam tubuh. Misalnya, roti tawar putih atau roti gandum dan lain sebagainya.

“Jam 10 kita boleh makan snack yang mengandung banyak karbohidrat.” Sambung Dr. Nunung.

  1. Waktu makan siang 12.00 – 13.00

Meskipun Anda makan makanan yang sehat, porsinya harus tetap seimbang. Makanlah secukupnya dan berhentilah kira-kira ketika Anda sudah mencapai 80% rasa kenyang. Jika Anda masih lapar, coba tunggu 10 menit sebelum makan sedikit lagi.

Makan secara berlebihan tidak hanya berdampak negatif untuk berat badan, tapi juga bisa mengganggu kerja pencernaan. Porsi makan yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan.

“Makan dengan porsi lengkap dan secukupnya ada karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin mineral.” tutur Dr. Nunung

  1. Makan sore atau malam mulai dari 17.00 – 18.30

Menurut Nunung porsi makan sore atau malam tetap harus sesuai dengan kebutuhan dibarengi dengan nutrisi lengkap. Porsi yang dikurangi akan beresiko menyisakan rasa lapar hingga tubuh memenuhinya dengan cara lain.

“Kita harus memiliki jam makan yang teratur hingga akhirnya dapat terhindar dari ngemil, sering kali yang membuat kita lupa sarapan itu adalah dengan ngemil terlalu banyak dan bermacam-macam nah itu bahaya. Padahal dengan terlalu banyak ngemil justru terlalu banyak kalori yang masuk kedalam tubuh dan kekurangan zat gizi mikro.” jelas Nunung.

Perhatikan Lemak Pada Tubuh

Bagi orang-orang yang menggemari bentuk tubuh “sempurna” dan tampak kurus, biasanya merasa kalau lemak dalam tubuh bisa membuat gemuk. Meski begitu, sangat perlu ditanamkan dalam diri kita bahwa adanya lemak dalam tubuh sangatlah normal.

Di sisi lain, lemak juga bisa membantu tubuh menyimpan nutrisi tertentu, seperti vitamin A, D, E, dan K. Vitamin-vitamin ini disimpan di hati dan jaringan lemak. Tahu bahwa lemak punya peranan penting dalam banyak fungsi dasar tubuh. Diantara lemak jenuh dan lemak tidak jenuh yang baik untuk di konsumsi adalah lemak tidak jenuh. Jika terlalu banyak mengkonsumsi lemak jenuh akan meningkatkan resiko penyakit degeneratif seperti hipertensi, arterosklerosis, hingga penyakit jantung.

Sumber lemak yang dapat kita pilih dan dapat kita konsumsi adalah lemak tidak jenuh seperti makanan yang mengandung omega 3, omega 6, dan omega 9. Pengolahan makanan secara berulang juga tidak baik bagi tubuh banyak lemak jenuh yang akan dihasilkan.

Selain banyak memberikan tips pola hidup sehat dan pentingnya lemak pada tubuh Dr. Nunung juga berharap dalam memperingati hari Gizi Nasional kepada masyarakat agar lebih memahami serta lebih sadar bahwa pangan dan gizi sangat berperan penting bagi kesehatan.

“Jadi semua pengetahuan mengenai gizi dalam tubuh jangan sampai kita abaikan” sambung Nunung

Masalah Gizi tidak terlepas dari masalah makanan yang timbul sebagai akibat kekurangan atau kelebihan kandungan zat gizi dalam makanan. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang melebihi kecukupan gizi menimbulkan masalah gizi lebih. (KH/KSU)