4 Cara Untuk Mengurangi Nyeri Datang Bulan

Lakukan Empat Hal Ini Untuk Mengurangi Nyeri Datang Bulan

Nyeri datang bulan kerap dirasakan sebagian besar perempuan pada awal menstruasi. Rasa nyeri yang muncul kerap mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan bisa menyebabkan seseorang tidak dapat bergerak hingga pingsan.

Ns. Irma Permata Sari, M.Kep.,Sp.Kep.M., dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) menjelaskan bahwa nyeri datang bulan atau disebut juga dengan disminore adalah kejadian yang wajar dan normal.

“Nyeri menstruasi yang menyebabkan terganggunya aktivitas itu disebut disminore, wajar terjadi. Itu terjadi karena perubahan hormon prostaglandin yang memicu uterus untuk berkontraksi,” ungkap Irma saat diwawancara di Gedung FIK UMJ, Rabu (15/05/2024).

Untuk mengurangi rasa nyeri, Irma memberikan anjuran perawatan sederhana yang aman.

Pertama, melakukan tindakan distraksi misalnya kompres bagian bawah perut dengan menggunakan botol berisi air hangat.

“Sekarang bahkan sudah banyak yang jual kompres air hangat yang bentuk bantalan. Itu bisa digunakan untuk mendistraksi rasa nyeri,” imbuh Irma.

Kedua, Irma menganjurkan para perempuan untuk melakukan hal-hal yang disukai dan menyenangkan agar dapat mengalihkan rasa sakit.

Ketiga, menggunakan aromaterapi agar tubuh terasa rileks.

Keempat, melakukan pencegahan dengan makan makanan sehat bergizi serta olahraga teratur.

“Hindari makanan cepat saji yang terlalu banyak mengandung sodium, garam, dan gula. Selain itu olahraga teratur. Berdasarkan penelitian, ditunjukkan bahwa kebiasaan olahraga dapat mengurangi rasa nyeri,” katanya.

Namun begitu, Irma tetap menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal itu dikarenakan disminore terbagi menjadi dua jenis yaitu disminore primer dan sekunder.

Disminore primer adalah disminore non patologis. Sedangkan disminore sekunder adalah disminore patologis yang disebabkan karena gangguan/masalah organ reproduksi seperti endometriosis/pcos.

“Disminore sekunder itu disebabkan penyakit penyerta misalnya miom atau endometriosis. Hal itu yang berdampak pada kandungan kalau misalnya sedang melakukan program hamil. Penyakit penyerta itu yang biasanya mengganggu proses vertilisasi pembuahan,” ungkap Irma.

Penulis : Dinar Meidiana
Editor : Dian Fauzalia

Kata Pakar Lainnya