Dokter FKK UMJ Beri Tips Pencegahan DBD

Dokter FKK UMJ Beri Tips Pencegahan DBD

Demam berdarah dengue (DBD) dikategorikan sebagai penyakit musiman yang terjadi di Indonesia. Beberapa waktu terakhir, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan hingga minggu ke-18 2024, kasus DBD meningkat sampai 90.269 dan 651 pasien di antaranya meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD., FINASIM., M.Kes, CH., CHt. menyampaikan tentang gejala, kelompok rentan, tips pencegahan, hingga pertolongan pertama dan tindak lanjutnya jika sudah terjangkit DBD.

Gejala DBD meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, ruam pada kulit, nyeri perut, mual, muntah, nafsu makan turun, serta mata terasa nyeri. Gejala juga dapat dilihat dari munculnya pendarahan ringan seperti mimisan, bintik merah pada kulit, atau gusi berdarah, hingga pendarahan hebat dan shock pada pasien yang menderita.

Melalui pesan singkat, Selasa (21/05/2024), dosen tetap FKK UMJ itu mengatakan kelompok yang mudah terjangkit DBD ialah orang yang tinggal atau berpergian ke daerah endemis DBD, misalnya daerah tropis atau subtropik. Katanya, anak-anak, wanita hamil, dan orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti penyakit degeneratif juga cenderung lebih mudah terinfeksi DBD.

“Anak-anak rentan terkena DBD karena penggunaan pakaian yang tidak tertutup, contohnya hanya memakai celana pendek,” tambah Resna.

Resna memberikan beberapa tip pencegahan di antaranya menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu saat tidur, mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, dan menggunakan obat anti nyamuk.

“Jangan lupa membersihkan genangan air di sekitar rumah, memastikan menutup rapat tempat penyimpanan air dan resiko genangan air seperti tempat penampungan air, pot tanaman, air dispenser, penampung air kondensasi kulkas, kolam ikan, dan sebagainya,” ujar Resna.

Ia juga menyarankan untuk menggunakan tanaman yang dapat mengusir nyamuk, contohnya lavender, basil, citronella, peppermint, dan lemon balm. Tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa yang tidak disukai oleh nyamuk.

“Lavender, baunya harum bagi manusia, tapi tidak bagi nyamuk. Basil, memiliki aroma kuat yang dapat mengusir nyamuk. Citronella, menghasilkan minyak yang digunakan dalam lilin dan penyemprot nyamuk karena aromanya mampu mengganggu nyamuk. Peppermint, aroma segar mintnya bisa mengusir nyamuk. Terakhir, lemon balm, tanaman ini mempunyai aroma citrus yang bisa menghalau nyamuk,” jelas Resna.

Dokter spesialis penyakit dalam yang sudah malang melintang di berbagai rumah sakit itu pun tidak lupa memberikan saran pertolongan pertama apabila seseorang terkena DBD. Tindakan yang perlu dilakukan adalah menjaga agar penderita tetap terhidrasi dengan baik, makan dan minum yang cukup dan bergizi, istirahat, serta mengonsumsi obat penghilang demam yang direkomendasikan oleh dokter.

Resna mengingatkan jika kondisi semakin parah, misalnya sakit kepala hebat, nyeri ulu hati berat, demam tinggi, hingga terjadi pendarahan yang hebat atau penurunan kesadaran, maka disegerakan mencari bantuan medis profesional.

“Dokter kemungkinan akan merujuk pasien untuk rawat inap agar dapat memantau kondisi lebih ketat dan memberikan perawatan yang diperlukan, termasuk transfusi darah jika dibutuhkan,” pungkasnya.

Penulis : Qithfirul Fahmi
Editor: Dinar Meidiana

Kata Pakar Lainnya