Isu Lingkungan Jadi Agenda World Social Work Day 2024

Oleh :
Fazri Maulana
kuliah umum Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (Kessos FISIP UMJ) dalam peringatan Wolrd Social Work Day (WSWD) 2024 di Aula Kasman Singodimedjo, Selasa (19/3/2024). (Foto: Fazri Maulana)
Kuliah umum Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (Kessos FISIP UMJ) dalam peringatan World Social Work Day (WSWD) 2024 di Aula Kasman Singodimedjo, Selasa (19/3/2024). (Foto: Fazri Maulana)

Isu lingkungan menjadi agenda dalam peringatan World Social Work Day (WSWD) 2024. Hal ini diketahui melalui kuliah umum yang diinisiasi oleh Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (Kessos FISIP UMJ) di Aula Kasman Singodimedjo, Selasa (19/3/2024).

Baca juga : Mahasiswa Prodi Kesos Ikuti Pelatihan Konselor Teman Sebaya

Kuliah umum ini mengusung tema sesuai dengan WSWD 2024 yaitu “Buen Vivir: Shared Future for Transformative Change”. Tema ini menekankan perlunya pekerja sosial untuk mengadopsi pendekatan inovatif didasarkan pada kearifan adat dan hidup berdampingan secara harmonis dengan alam.

Slogan buen vivir menjadi pesan kepada pekerja sosial sedunia untuk senantiasa berkomitmen dalam mewujudkan perubahan transformatif, mengagendakan kehidupan yang lebih sejahtera dengan tidak mengabaikan konteks komunitas dan lingkungannya.

Turut hadir Wakil Dekan I Drs. Moh. Amin Tohari, M.Si membuka kegiatan, ia mengatakan isu lingkungan menjadi tantangan yang saat ini dihadapi dunia. Tentu, tantangan bagi pekerja sosial tidak lagi hanya mengatasi kemiskinan, ekonomi, hingga kekerasan.

“Ini menjadi tantangan yang menarik untuk dibahas bagaimana pekerja sosial menghadapi berbagai isu lingkungan yang saat ini kita hadapi,” ungkap Amin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Prodi Kessos FISIP UMJ Muhammad Sahrul, S.Sos., M.Si memberikan pengantar bahwa tema peringatan hari pekerja sosial sedunia sesuai dengan keadaan saat ini, dimana lingkungan menjadi isu yang paling diminati oleh anak muda.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini mahasiswa mampu memberikan sudut pandang baru tantangan bagi pekerja sosial,” kata Sahrul.

Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber yang bergerak dalam isu lingkungan yaitu CEO PT Polindo Utama Daniel Lawrence Angelo, HR Prevented Ocean Plastic Indonesia Raghib Filhaq, S.Psi., M.Pd., dan Dosen Kessos FISIP UMJ sekaligus praktisi pekerja sosial Tuti Alawiyah, MSSW., Ph.D,.

Daniel Angelo menjelaskan limbah menjadi permasalahan yang selalu dihadapi oleh pemerintah, salah satunya limbah plastik. Selama hampir 20 tahun kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah dalam kondisi darurat.

Namun, melalui pendekatan yang tepat sampah memiliki potensi untuk menjadi sumber pendapatan dan bahan baku yang berharga bagi industri melalui proses pengolahan. Selain itu, bisa membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui praktik daur ulang.

Daniel menegaskan hal inilah yang menjadi tantangan bagi pekerja sosial untuk memberikan solusi dalam mengatasi isu yang dihadapi oleh masyarakat.

Selain itu, Tuti Alawiyah mengatakan profesi pekerjaan sosial mendorong perubahan sosial pemecahan masalah dalam hubungan antar manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mengembangkan potensi manusia demi peningkatan kesejahteraan sosial.

Dengan memperhatikan isu lingkungan yang berdampak dengan hubungan antar manusia. Maka, pekerja sosial memiliki peran di dalamnya untuk memberikan bantuan dan pencarian solusi yang terbaik.

Terakhir, Raghib membahas tentang komunitas pemulung yang berkaitan erat dengan isu lingkungan yaitu sampah. Ia mengatakan profesi mereka sangat berdampak pada pengurangan limbah.

Ia menjelaskan bahwa komunitas pemulung menghadapi berbagai tantangan seperti masalah kesejahteraan, fasilitas, dan utilitas. Hal ini yang perlu dijawab dan menjadi tantangan bagi pekerja sosial untuk membantu mengatasi tantangan yang dihadapi komunitas pemulung.

Editor : Dian Fauzalia