Umat Islam Perlu IPTEK dalam Menjalankan Ibadah

Oleh :
Dinar Meidiana
HBM 5 dan Halal bi halal UMJ
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., saat menyampaikan ceramah Halal Bi Halal Universitas Muhammadiyah Jakarta di Auditorium KH. A. Azhar Basyir Gedung Cendekia Center UMJ, Senin (08/05/2023).

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., berkali-kali menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan umat Islam dalam menjalankan ibadah. Hal tersebut disampaikan dalam ceramah Halal Bi Halal Universitas Muhammadiyah Jakarta di Auditorium KH. A. Azhar Basyir Gedung Cendekia Center UMJ, Senin (08/05/2023).

Mu’ti menjelaskan bahwa hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan tidak bertentangan. Ini merupakan sikap tegas Mu’ti menanggapi beberapa pihak yang memisahkan IPTEK dengan agama. Menurutnya justru IPTEK diperlukan agar ibadah yang dilakukan umat muslim lebih khusyuk dan sempurna.

“Tidak ada pertentangan antara ilmu pengetahuan teknologi dengan agama. Ibadah menjadi sempurna dan benar kalau menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana mengamalkan ajaran agama dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti.

Pembahasan hal itu diangkat Mu’ti sehubungan adanya polemik perbedaan pendapat terkait dengan pelaksanaan ibadah, khususnya penentuan awal Ramadan, Syawal, dan 10 Dzulhijjah. Menurutnya, perdebatan itu adalah pengulangan yang tidak perlu terjadi dan hanya menguras energi. Dalam ceramahnya, Mu’ti mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk mendalami secara ontologis, epistemologis dan praksis dalam memahami asal-muasal perbedaan (hisab dan ru’yat).

Berdasarkan sebuah hadis, Muhammadiyah mengambil hisab sebagai metode dalam penanggalan. Langkah tersebut diambil karena Muhammadiyah berpendapat bahwa nabi Muhammad menentukan waktu dengan melihat langsung (dengan mata telanjang) karena pada saat itu nabi dan para sahabatnya belum menguasai ilmu hisab dan ilmu falak.

Sebagaimana dijelaskan Al Qur’an Surat Yunus ayat 5, Mu’ti menjelaskan bahwa melalui ayat tersebut Allah SWT memerintahkan manusia untuk mengembangkan hisab. Oleh karenanya membangun dan mengembangkan ilmu pengetahuan menjadi hal penting bagi umat Islam. Caranya dengan memperkenalkan pendekatan penafsiran kreatif ayat-ayat Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an Allah tidak menjelaskan bagaimana cara melakukan sesuatu. Namun, Mu’ti menjelaskan bahwa Allah memberikan inspirasi pada manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, salah satunya metode hisab untuk membuat kalender.

Pendekatan kreatif ini disampaikan Mu’ti agar umat Islam mengambil inspirasi dari Al-Qur’an untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, bukan malah melakukan ayatisasi atau mengkonfirmasi apa yang ditulis dalam Al-Qur’an. Ia juga mendorong UMJ untuk terus memperkuat kajian keilmuan yang integratif dan mengambil inspirasi dari Al-Qur’an untuk mengembangkan IPTEK.

HBM 5 dan Halal bi halal UMJ
Sivitas akademika UMJ bersalaman seusai rangkaian Halal bi Halal dan Hari Bermuhammadiyah 5 di Auditorium KH. A. Azhar Basyir Gedung Cendekia Center UMJ, Senin (08/05/2023).

Halal Bi Halal UMJ digelar bersamaan dengan Hari Bermuhammadiyah 5 dan diikuti oleh kurang lebih seribu orang sivitas akademika UMJ. Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Dr. Akhmad H Abubakar, MM., pimpinan Badan Pembina Harian, Rektor Dr. Ma’mun Murod, M,Si., beserta para wakil rektor, dekan, dosen, tendik, dan mahasiswa di lingkungan UMJ.

Suasana hangat kekeluargaan sangat terasa ketika seluruh keluarga besar UMJ saling bersalaman dan bermaafan. Rangkaian acara semakin meriah dengan adanya penampilan musik dari Music of Us yang merupakan komunitas mahasiswa FT UMJ, Goes Plus Band, pameran teknologi, konsultasi desain bangunan, bazaar dan ratusan hadiah doorprize di antaranya umrah, motor, barang-barang elektornik dan voucher belanja.

Editor : Tria Patrianti