UMJ Gandeng India dalam Program KKN International

Oleh :
Mamay Nurbayani
Suasana pembukaan KKN Internasional, bertempat di Auditorium Kasman Singodimedjo FISIP UMJ, Selasa (01/11).

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Politik melaksanakan program KKN Internasional bersama 2 (dua) perguruan tinggi dari India yaitu ADPYU and Abhinav Education Society. Pembukaan KKN Internasional yang dikemas dengan Seminar Nasional digelar di Aula Kasman Singodimedjo Lantai 4 Gedung FISIP UMJ, Selasa (01/11), mengusung tema Promoting The Betawi Local Tradition to Global Community: A Lesson From India. Pada kesempatan yang sama UMJ melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPK PBB) Setu Babakan dan Dinas Kebudaayan Jakarta Selatan. Acara pembukaan dimulai dengan penampilan tari Saman sebagai salah satu bentuk dari pelestarian serta pengenalan budaya Indonesia kepada kalangan mahasiswa.

Amin Sabana, S.Sos., M.Si., sebagai ketua pelaksana kegiatan KKN International menejelaskan bahwa tujuan dari program ini sebagai wadah untuk mahasiswa dan dosen agar dapat merasakan pengabdian masyarakat bersama negara lain. “Pada tahun ini kita akan mempromosikan terkait kesenian dan budaya Betawi,” tutur Amin.

Secara terperinci, Kegiatan KKN Internasional diagendakan pada empat kegiatan sebagai ajang promosi Budaya Betawi. Adapun kegiatan tersebut dilakukan dengan cara mengunjungi kampung Betawi, menggali kuliner Betawi, tradisi lokal Betawi dan permainan lokal Betawi. Agenda ini juga mendukung Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menuju akreditasi internasional.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Evi Satispi, M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa adanya MoU bersama UPK PBB Setu Babakan dan Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan agar kegiatan yang akan dilaksanakan memiliki dasar payung hukum yang kuat. “KKN Internasional bertujuan mengenalkan budaya Betawi dari lokal menjadi global, saya harap seluruh mahasiswa UMJ dan India dapat mengikuti kegiatan dengan baik,” jelas Evi.

Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., Wakil Rektor I UMJ menyambut kedatangan tim dari India, dalam sambutannya Hadi menggunakan 3 bahasa yakni Indonesia, Inggris dan India, untuk menyapa seluruh perserta yang hadir. “Kehadiran teman-teman India pada program ini menjadikan kita saling belajar tentang kebudayaan, sehingga setelah kegiatan ini berakhir kebudayaan yang ada di Indonesia dapat dipromosikan di tempat masing-masing,” ungkap Hadi.

Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., saat memberikan sambutan pada acara pembukan KKN Internasional, bertempat di Auditorium Kasman Singodimedjo, pada (01/10/22).

Prof. Bhausaheb Londhe selaku Head School of Management Akeenkya D Y Patill University dalam kegiatan seminar internasional memberikan padangan serta masukan untuk mempromosikan kebudayaan. Menurutnya salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui ekspor dan impor serta membuat asosiasi untuk para pengrajin. “We should to fins out the product, like game traditional, food traditional and naturally can be on international market. So be create more stronger product to use in international company,” jelas Bhausaheb.

Lebih lanjut, Bhausaheb juga menceritakan pengalamannya dari India dalam mempromosikan kebudayaan. Selain tingkat ekspor dan impor, India juga melakukan promosi melalui Warga Negara India yang berdiaspora di berbagai negara di dunia.

Sementara itu, Saloni Sawant, salah satu mahasiswa Ajeejya Dy Patil 3 Year mengaku sangat senang ketika tiba di Indonesia sebab kedatangannya disambut dengan hangat oleh UMJ, pengenalan budaya Betawi melalui KKN Inernasional ini membuat sistem pembelajaran dirasa sangat menarik dan mudah dipahami oleh setiap mahasiswa.

Selama sepuluh dari kedepan, 11 Mahasiswa FISIP UMJ dan 9 Mahasiswa ADPYU and Abhinay Education Society akan melakukan banyak program, terutama pengenalan terharap budaya dan Bahasa di Indonesia khususnya di Betawi.

Pasa sesi seminar internasional H. Imran Yunus (Ketua UPK Perkampungan Budaya Betawi), Puspla Dirdjaja (Wakil Ketua Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan), Prof. Bhausaheb Londhe dan Prof. Agus Suradika, M.Pd., secara menyeluruh bertukar cerita serta pengalaman terkait budaya Betawi. Debbie Affianty Lubis, S.IP., M.Si., dosen Ilmu Politik FISIP UMJ memandu acara dengan interaktif sehingga banyak dari peserta turut antusias selama seminar. (MN/KSU)