Stacia dan Erdams UMJ Tanggap Bencana Gempa Cianjur

Relawan ERDAMS sedang mengganti perban korban tertimpa runtuhan gempa di tenda pengungsian Cianjur, Senin (22/11).

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Stacia dan ERDAMS FKM UMJ turut peduli dengan tanggap terhadap bencana gempa Cianjur. Stacia dan Erdams UMJ secara mandiri mengirim relawan ke lokasi bencana gempa Cianjur pasca terjadinya gempa (22/11).

Sesampainya di lokasi, ERDAMS mulai mendirikan pos relawan di daerah yang terdampak dengan memberikan pelayanan medis kepada korban, seperti penggantian perban luka, cek tekanan darah dan lain sebagainya. Bersamaan dengan itu, UKM Stacia mengirim dua anggotanya sebagai relawan ke lokasi bencana untuk melakukan asesmen atau penelusuran terkait pendataan bantuan yang layak diberikan. Data hasil asesmen akan menjadi langkah selanjutnya dalam menyusun daftar bantuan dan dapat ditindaklanjuti mulai dari penggalangan dana hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

ERDAMS bekerjasama dengan berbagai instansi seperti MDMC Muhammadiyah, Squad PBI dan Potensi Tangsel untuk menindaklanjuti penanganan bencana yang terbagi menjadi 4 klaster. Klaster pertama adalah SAR (search and rescue) yang berfokus pada upaya pencarian dan penyelematan korban yang tertimpa runtuhan gempa. Kedua, klaster logistik yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan barang yang dibutuhkan korban. Ketiga, kluster dapur umum yang bertanggung jawab atas kebutuhan pangan korban, penyintas, dan relawan. Keempat, klaster trauma healing bertujuan mengadakan sosialisasi pemulihan dini terhadap mental korban.

Daffa, panitia relawan UKM Stacia mengatakan yang dilakukan pertama kali adalah berkoordinasi dengan SARMMI (SAR MAPALA Muhammadiyah) kemudian berkoordinasi dengan universitas yang dekat dengan lokasi bencana yakni Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan juga dengan PKD Jabodetabek. “Setelah koordinasi ini dilakukan, kami akan bekerjasama untuk penelusuran (asesmen) dan nantinya dilakukan tindak lanjut bersama,” tambah Daffa.

Relawan Stacia sedang melakukan penulusuran (asesmen) di lokasi bencana gempa Cianjur (22/11)

Sampai saat ini ERDAMS mendirikan pos di berbagai lokasi. Pertama, pos di Desa Cugenang, sebanyak dua tenda yang dapat menampung lebih dari 20 kepala keluarga. Lokasi kedua di Banjarpinang dengan tiga unit tenda yang dapat menampung lebih dari 20 kepala keluarga, dan ada pula pos di daerah Warungkondang.

Kedua UKM baik Stacia maupun ERDAMS berharap agar korban bisa segera pulih dan apa yang diupayakan semoga dapat membantu korban yang terdampak. (RN/KSU)