Mahasiswa Ilmu Politik Selenggarakan Simulasi Sidang PBB

Oleh :
Dinar Meidiana
Mahasiswa Ilmu Politik mengikuti Model United Nations, di Gedung FISIP UMJ, Selasa (09/11).

Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakara selenggarakan Simulasi Sidang PBB sebagai bagian dari Ujian Tengah Semester, di Gedung FISIP UMJ hari Rabu (9/11). Simulasi Sidang PBB atau disebut Model United Nations ini mengambil peristiwa Sidang Majelis Umum PBB pada September 2022.

Sebanyak 13 mahasiswa Ilmu Politik FISIP UMJ memainkan peran sebagai Presiden Sidang Umum PBB dan Sekretaris Jenderal PBB. Sedangkan perwakilan negara yang hadir antara lain Austria, Australia, Denmark, Jerman, India, Indonesia, Pakistan, Amerika Serikat, Inggris, Filipina dan Afrika Selatan. Simulasi sidang PBB ini dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Sebelum dimulai, Kaprodi Ilmu Politik Dr. Usni M.Si menyampaikan pesan-pesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan simulasi ini sebagai bekal dalam karir ke depan. Hadir pada kegiatan ini 2 (dua) dosen pemangku mata kuliah Teori dan Praktik Diplomasi yaitu Dr. Asep Setiawan MA dan Sekprodi Ilmu Politik Ali Noer Zaman MA.

Pada simulasi tersebut, mulai dari Sekjen PBB sampai perwakilan berbagai negara menyampaikan pandangan tentang isu-isu penting dunia mutakhir. Sekjen PBB Antonio Guterres yang diwakili oleh Aryan mengatakan Dunia kita sedang dalam masalah besar, dimana perpecahan semakin meluas, ketimpangan semakin melebar, dan tantangan semakin sulit. Namun kita bersama-sama di tengah gejolak dunia terdapat sebuah harapan dalam benak kita.

Nabila yang berperan mewakili Indonesia yang saat itu diwakili Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia memiliki keprihatinan yang sama. Dikatakan situasi di dunia saat ini sangat mengkhawatirkan. Pandemi masih ada dan ekonomi global melambat. Perang di antara bangsa-bangsa di dunia tidak lagi sebuah kemungkinan namun sudah menjadi kenyataan.

Para mahasiswa mengikuti simulasi ini dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya mempersiapkan dress code yakni pakaian forma, tetapi juga mempelajari naskah perwakilan setiap negara sampai dengan tertib saat mengikuti simulasi sidang. Simulasi sidang PBB ini baru tahap menyampaikan pandangan setiap negara dalam isu tertentu dalam hal ini sidang tahunan PBB. Diharapkan ke depannya simulasi Sidang PBB ini menghadirkan perdebatan seperti halnya dalam sidang PBB yang nyata.

Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Teori Praktik Diplomasi ini sebelumnya berkunjung ke Pusat Kebudayaan Amerika Serikat yang disebut atamerica di Jakarta Pusat. Dalam kunjungan itu mahasiswa diajak berdiskusi mengenai masalah global climate change. Tampak para mahasiswa antusias mengikuti diskusi lingkungan ini yang diikuti salah seorang narasumber Brian Duza dari USAID, sebuah badan bantuan Amerika Serikat. (AS/FISIP)