Dosen Ibarat Orang Tua yang Menyapih Anaknya

Oleh :
Mamay Nurbayani
Dekan FAI UMJ dalam memberikan Sambutan pada Yudisium dan Tasyakuran di Aula FEB, Selasa (15/11).

Sivitas Akademika dan Calon Wisudawan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) Yudisium dan Tasyakuran di Auditorium FEB UMJ (15/11). Dekan FAI UMJ  Dr. Sopa, M.Ag., menganalogikan prosesi yudisium seperti menyapih anak. Hal ini diterangkan bahwa mahasiswa yang telah mengenyam pendidikan FAI UMJ layaknya anak yang diberikan ilmu serta bekal hidup untuk memasuki gerbang universitas yang lebih luas dan kompleks (dunia masyarakat). “Karena itu, ibarat orang tua, kami harus menyapih anaknya untuk bisa tumbuh mandiri,” jelas Sopa.

Sopa, dalam sambutannya menjelaskan bahwa persaingan di dunia pekerjaan sangatlah tinggi, sehingga kesiapan terkait ilmu, akhlak dan semangat harus terus dijaga dan dikembangkan. “Selamat saya ucapkan kepada calon wisudawan untuk gelar magister dan sarjana yang telah diraih. Pada hari ini kami melepas Anda semua, dan kami berharap ilmu yang telah dipelajari dapat diadaptasi dengan tuntutan kehidupan, dan semoga apapun yang telah diberikan oleh FAI UMJ dapat bermanfaat,” ungkap Sopa.

Kegiatan yang mengusung tema “Menyiapkan Lulusan yang Berkarakter, Berwawasan, dan Berdaya Saing” ini dilaporkan Ketua Panitia Yudisium sekaligus Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Dr. Hadiyan, MA., diikuti sebanyak 242 peserta. Peserta tersebut berasal dari 7 program studi strata I dan II dengan jumlah masing-pasing prodi: Magister Studi Islam (MSI) 25 orang, Pendidikan Agama Islam (PAI) 105 orang, Hukum Keluarga Islam (HKI) 4 orang, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) 22 orang, Perbankan Syariah (PS) 60 orang, Manajemen Zakat dan Wakaf (MZW) 4 orang, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 22 orang. “Dimohon untuk para calon wisudawan mengingat betul tema yang digaungkan pada yudisium ini, sebab karakter baik yang telah ditanamkan fakultas harus terus diterapkan di manapun saudara berada,” jelas Hadiyan.

Wakil Rektor I , Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., M.Kep., mewakili Rektor UMJ memberikan ucapan selamat kepada seluruh sivitas akademika FAI yang meluluskan calon wisudawan ini. “Nanti kalian (peserta yudisium) akan kembali ke masyarakat untuk menyampaikan ilmu yang didapat, sebab setelah acara ini maka anda telah memenuhi kualifikasi dan dinyatakan berhak menyandang sarjana sesuai dengan bidang ilmu masing-masing,” tutur Hadi.

Yudisium FAI UMJ dimulai dengan nyanyian Zapin Melayu dari perwakilan mahasiwa KPI, Siti Mardhatillah dan Ahmad Rofiqi. Selain itu, ditampilkan pula sebuah tarian dari Maluku Utara yaitu Tarian Soya-Soya. Tarian Soya-Soya memiliki makna filosofi pantang menyerah dan bermakna sebagai bentuk kebahagiaan rakyat dalam mengusir penjajah. Diharapkan lulusan FAI UMJ memiliki jiwa pantang menyerah dalam mengarungi kehidupan setelah masa perkuliahan berakhir. (MN/KSU)