776 Mahasiswa UMJ Melaksanakan KKN Terintegrasi di Bogor

Telah Turun Ijin Prodi Kebidanan S1 dan Profesi Bidan
August 2, 2018
UMJ Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Suteki dan TVMu
August 3, 2018
Show all

“KKN (Kuliah Kerja Nyata, red) adalah bagian integral dari pembelajaran,” jelas Wakil Rektor I Kahar Maranjaya saat memberikan sambutan pada “Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa KKN UMJ 2018” di Aula Pascasarjana lantai tiga, Sabtu (28/7) lalu.

Menurutnya, salah satu standar kompetensi yang dapat diaplikasikan saat para mahasiswa terjun ke masyarakat adalah sikap. “Sebab,laboratorium sebenarnya adalah masyarakat,” katanya lagi. Ia juga mengingatkan bahwa KKN itu seperti seni karena para mahasiswa berada dilingkungan dan masyarakat yang baru ia kenal.

Sedangkan bagi institusi, menurutnya, KKN adalah sarana promosi dan memperkenalkan institusi kepada masyarakat. Karena itu, ia berpesan kepada peserta KKN: “Jaga nama baik universitas ini,” katanya tegas.

Ketua BPH UMJ Husni Thoyyar mengingatkan agar peserta KKN tidak membawa konflik ditempat KKN. Ia juga berharap agar peserta KKN saling mengisi karena lintas prodi. “Niatkanlah KKN ini sebagai ibadah supaya ada nilai-nilai yang lebih baik. Sebagai duta UMJ jadilah duta yang baik. Ini sarana ibadah melalui KKN,” pungkasnya berpesan.

KKN Terintegrasi sendiri merupakan kuliah kerja nyata gabungan antar fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). KKN Terintegrasi di UMJ di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMJ. Saat ini, KKN Terintegrasi diikuti oleh 5 fakultas (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Agama Islam), 776 mahasiswa peserta KKN dan berlokasidi 6 kecamatan di Kabupaten Bogor dan dilaksanakan selama 1 bulan penuh mulai Agustus sampai awal September. Tema KKN Terintegrasi kali ini adalah “Mengembangkan Inovasi Berbasis Pedesaan.”

Menurut Ketua LPPM Susilahati, KKN merupakan kegiatan sinergitas dimana masyarakat belajar dari mahasiswa dan mahasiswa memperoleh banyak pengalaman penting dari masyarakat. Susilahati berharap KKN Terintegrasi kali ini berjalan dengan baik karena menjadi tolok ukur untuk KKN di tahun-tahun berikutnya.

Irfan Purnawan, Wakil Rektor III UMJ, meminta kepada peserta KKN agar lebih fokus kepada pengembangan potensi yang ada di desa-desa, “Jika belum ada potensi maka kita gali bersama potensi yang ada di daerah tersebut.”

Kepala Litbang BAPPEDA Kab. Bogor Iskandar Zulkarnaen menjelaskan potensi Kabupaten Bogor secara umum. Dengan luas wilayah mencapai hampir 300 juta hektar, jumlah penduduk sekitar 5,7 juta lebih dari 40 kecamatan dengan 416 desa dan 19 kelurahan, Kabupaten Bogor memiliki banyak potensi seperti emas, wisata, kultur hingga konservasi hewan dan tumbuhan.

Comments are closed.