Info UMJ

PTM Kuatkan Kerjasama Luar Negeri

ADMINISTRATOR | Senin, 15 Juni 2015 - 09:32:01 WIB | dibaca: 7249 pembaca

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTA) yang saat ini berjumlah 178 di seluruh Indonesia menguatkan strategi kerjasama internasional. Setiap tahun Forum Kantor Urusan Internasional (KUI) PTM dan PTA melakukan Workshop Kerjasama Internasional. Tahun ini Workshop dilakukan di Hotel Arjuna, Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Tinggi PP. Muhammadiyah. Workshop KUI diikuti oleh banyak 67 orang peserta dari 53 PTM dan PTA seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini (13 - 14 Juni) dibuka oleh Wakil ketua Majelis Dikti PP. Muhammadiyah, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Dalam sambutannya, Edi Suandi menyampaikan bahwa workshop diperlukan guna menghadapi persaingan global yang semakin terbuka dan memerlukan peningkatan skill bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa di PTM.

Edi juga berharap agar PTM dan PTA yang ada di Indonesia bisa menjadi universitas bertaraf internasional. Workshop tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek dan Dikti Dr. Illah Sahilah yang menyampaikan materi tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Kesetaraan Jenjang Pendidikan di Asean dari sisi Internationally recognized curriculum. Dr. Illah berharap agar KUI PTM dapat meningkatkan kerjasama dengan universitas di dalam maupun di luar negeri, termasuk dalam hal publikasi dan penelitian bersama.

Dalam Forum KUI tersebut juga dilakukan pergantian Pengurus Forum KUI PTM. Untuk Periode 2015-2016 terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum KUI PTM Ibu Ida Puspita (Ketua KUI UAD), dan Wakil Ketuanya Endang Zakaria (Kepala Biro Kerjasama / Ketua KUI UMJ).

Rektor UMJ, Dr. Syaiful Bakhri, SH., MH bersama Kepala Biro Kerjasama, Endang Zakaria juga hadir dalam acara tersebut. Dalam forum tersebut Rektor UMJ menyampaikan keinginannya agar tahun 2016 Workshop KUI PTM dan PTA dapat dilaksanakan di Kampus UMJ. Hal itu menurutnya semata-mata agar UMJ dan semua PTM lainnya dapat mengambil peran yang sama dalam pengembangan kerjasama internasional. (Humas UMJ)

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Majlis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 13 dan 14 juni 2015 di hotel arjuna Yogyakarta.  Kegiatan yang ini dibuka oleh Prof. Dr. Edy Suandi Hamid sebagai wakil ketua Majlis dikti PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa workshop ini sangat penting mengingat persaingan didunia global semakin terbuka sehingga perlu peningkatan skill bagi mahasiswa yang ada di perguruan tinggi muhammadiyah.

“Ini sengat penting dilaksanakan, mengingat dari untuk meningkatkan skill bagi setiap mahasiswa,” kata Edi Suandi, Sabtu 13 Juni.

Selain itu ia juga berharap agar PTM atau PTA yang ada di Indonesia bisa masuk dalam kelas international. ” Kita upayakan agar hal itu bisa terjadi,” jelasnya.

Dalam workshop tersebut hadir pula Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek dan Dikti Dr. Illah Sahilah. Ia menyampaikan materi tentang kerangka kualifikasi nasional indonesia dan kesetaraan jenjang pendidikan di Asean dari sisi Internationally recognized curriculum.

Dalam presentasinya mengatakan bahwa diharapkan kantor urusan international PTM hendaknya, meningkatkan kerjasama Universitas di Dalam dan Luar Negeri, student mobility di dalam dan luar negeri, publikasi bersama dan penelitian bersama.

Lebih lanjut menyampaikan agar bukan hanya terfokus pada pengkajian secara filosofis tetapi bagaimana meningkatkan SDM perguruan tinggi itu melalui ilmu-ilmu terapan karena hal6 itulah yang dibutuhkan dunia kerja.

Bukan hanya itu, ia menyampaikan bahwa sekiranya kantor international yang ada di perguruan tinggi itu hendaknya menjadi etalase bagi pT itu sendiri yang tentunya menampilkan produk produk yang punya nilai jual yang tinggi.

Selain itu juga hadir perwakilan dari British Council Indonesia yaitu Damian Ross yang menyampaikan tentang pengembangan bahasa Inggris untuk pendidikan tinggi.

Acara workshop ini juga akan dilanjutkan dengan sidang komisi yang akan diikuti oleh seluruh peserta yang dibagi dalam 3 komisi yaitu komisi kontrak mahasiswa asing, komisi hospitality kurikulum BiPA dan komisi form evaluasi mahasiswa asing dan keimigrasian. Juga nantinya akan dilakukan pemilihan pengurus forum KUI PTM.

Terpisah, Direktur Hubungan Internasional Unismuh Makassar Erwin Akib mengatakan, kegiatan ini sangatlah penting untuk perguruan tinggi khususnya muhammadiyah kedepannya. ” Ini sebagai upaya agar bagaimana kedepannya para mahasiswa yan tergabung dalam lingkup kampus muhammadiyah le

- See more at: http://fajar.co.id/ekonomi-bisnis/2015/06/13/workshop-kantor-urusan-international-perguruan-tinggi-muhammadiyah.html#sthash.2GL83dUm.dpuf

ebanyak 67 orang peserta dari 53 PTM dan PTA seluruh Indonesia mengikuti kegiatan workshop kantor urusan international di kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Majlis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 13 dan 14 juni 2015 di hotel arjuna Yogyakarta.  Kegiatan yang ini dibuka oleh Prof. Dr. Edy Suandi Hamid sebagai wakil ketua Majlis dikti PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa workshop ini sangat penting mengingat persaingan didunia global semakin terbuka sehingga perlu peningkatan skill bagi mahasiswa yang ada di perguruan tinggi muhammadiyah.

“Ini sengat penting dilaksanakan, mengingat dari untuk meningkatkan skill bagi setiap mahasiswa,” kata Edi Suandi, Sabtu 13 Juni.

Selain itu ia juga berharap agar PTM atau PTA yang ada di Indonesia bisa masuk dalam kelas international. ” Kita upayakan agar hal itu bisa terjadi,” jelasnya.

Dalam workshop tersebut hadir pula Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek dan Dikti Dr. Illah Sahilah. Ia menyampaikan materi tentang kerangka kualifikasi nasional indonesia dan kesetaraan jenjang pendidikan di Asean dari sisi Internationally recognized curriculum.

Dalam presentasinya mengatakan bahwa diharapkan kantor urusan international PTM hendaknya, meningkatkan kerjasama Universitas di Dalam dan Luar Negeri, student mobility di dalam dan luar negeri, publikasi bersama dan penelitian bersama.

Lebih lanjut menyampaikan agar bukan hanya terfokus pada pengkajian secara filosofis tetapi bagaimana meningkatkan SDM perguruan tinggi itu melalui ilmu-ilmu terapan karena hal6 itulah yang dibutuhkan dunia kerja.

Bukan hanya itu, ia menyampaikan bahwa sekiranya kantor international yang ada di perguruan tinggi itu hendaknya menjadi etalase bagi pT itu sendiri yang tentunya menampilkan produk produk yang punya nilai jual yang tinggi.

Selain itu juga hadir perwakilan dari British Council Indonesia yaitu Damian Ross yang menyampaikan tentang pengembangan bahasa Inggris untuk pendidikan tinggi.

Acara workshop ini juga akan dilanjutkan dengan sidang komisi yang akan diikuti oleh seluruh peserta yang dibagi dalam 3 komisi yaitu komisi kontrak mahasiswa asing, komisi hospitality kurikulum BiPA dan komisi form evaluasi mahasiswa asing dan keimigrasian. Juga nantinya akan dilakukan pemilihan pengurus forum KUI PTM.

Terpisah, Direktur Hubungan Internasional Unismuh Makassar Erwin Akib mengatakan, kegiatan ini sangatlah penting untuk perguruan tinggi khususnya muhammadiyah kedepannya. ” Ini sebagai upaya agar bagaimana kedepannya para mahasiswa yan tergabung dalam lingkup kampus muhammadiyah le

- See more at: http://fajar.co.id/ekonomi-bisnis/2015/06/13/workshop-kantor-urusan-international-perguruan-tinggi-muhammadiyah.html#sthash.2GL83dUm.dpuf










    Komentar Via Website :


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)